Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Selasa, 25 Februari 2014

PEMANDU ANGKATAN TELADAN 2013 FTI ITS


Nama : Okky Agassy F
NRP : 2412031047
 
PEMANDU TELADAN
Pemandu adalah seseorang yang memandu orang lain dalam suatu kegiatan. Dalam kegiatan Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa atau yang sering kita sebut dengan LKMM, pemandu adalah seseorang yang mengisi sesi materi dengan peserta sebagai penerima materi. Pemandu memberi materi sesuai dengan tingkat LKMM yang sedang berlangsung. Di ITS terdapat 4 tahap Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa, yaitu LKMM Pra TD, LKMM TD, LKMM TM dan LKMM TL. Pada umumnya, di ITS pemandu merupakan mahasiswa dari tingkat 2 sampai tingkat 4. Untuk menjadi pemandu, seorang mahasiswa harus menjalani serangkaian kegiatan yang bernama Pelatihan Pemandu Latihan Manajemen Mahasiswa atau yang disebut PP LKMM. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan koordinasi Pemandu Fakultas dan Bem Fakultas. Untuk dapat mengikuti kegiatan PP LKMM ini, peserta harus menjalani screening terlebih dahulu. terdapat tes tulis, interview dan simulasi menjadi pemandu dalam screening. Hal ini dilakukan untuk menyeleksi peserta yang mana mempunyai niat dan kapablitas untuk menjadi seorang pemandu. Dari niat, bisa diketahui dengan cara kedisiplinan dan semangat calon peserta mengikuti tahap seleksi. Untuk kapabilitas, pastinya tim penyeleksi sudah punya kriteria tersendiri. 

Pemandu merupakan orang-orang pilihan yang telah menjalani pelatihan guna menjalankan amanahnya, jadi diperlukan tahap–tahap penyeleksian untuk  memunculkan orang – orang pilihan tersebut.  Harapannya keluaran dari PP LKMM adalah para pemandu yang berkompeten, berkualitas dan mempunyai integritas dalam memandu. Tentunya pemandu juga akan menjadi tauladan bagi para peserta yang dipandunya. Dalam penyampaian sesi materi di ruangan, pemandu adalah penanggung jawab dari satu kelas tersebut. Dari mulai mencipatakan suasana pelatihan yang kondusif, menyenangkan dan mengoptimalisasikan waktu sehingga para peserta mampu menyerap materi dengan baik. Tapi terkadang masih ada pemandu yang belum bisa mengondisikan suasana dalam kelas, jadinya peserta menjadi tidak fokus dan menerima materi dengan baik. Seorang pemandu merupakan objek pusat dari semua peserta yang sedang menerima materi. Dari cara bicara, cara berpakaian, sikap, dan cara menyampaikan materi tentunya diperhatikan betul oleh para peserta. Berkesinambungan dengan integritas seorang pemandu, seorang pemandu juga akan menjadi sosok yang ditiru dari segi apa yang dibicarakan dan sesuai tidak dengan apa yang dilakukannya. Jika diumpamakan dunia kerja, peserta adalah karyawan yang selalu mendengar dan menjalankan perintah dari atasannya. Sedangkan atasan atau pemimpin adalah seorang pemandu yang dalam kegiatan LKMM memberi materi. Integritas merupakan faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, karena pemimpin yang memiliki integritas akan mendapat banyak kepercayaan dari karyawan. Pemimpin yang mempunyai integritas dapat dipercaya karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi tindakannya. Begitu pula pemandu, harapannya para pemandu adalah seorang yang mempunyai integritas. Jadi antara apa yang dibicarakan sesuai dengan apa yang dilakukan. Dengan begitu, para peserta LKMM mampu lebih mudah dalam mengaplikasikan materi yang didapat pada pelatihan. Misal, berbicara efektif. Para pemandu telah menjelaskan dalam sesi materi mengenai daefinisi, tujuan, fungsi beserta simulasinya. Nah, pada prakteknya tentunya bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari. 

Pemandu bukan hanya mengenalkan dan memberi contoh di dalam sesi materi saja, akan tetapi pada keseharian lebih utamanya. Pemandu merupakan mahasiswa aktif dari tahun ke 2 hingga tahun ke 4. Tentunya dalam keseharian di lingkup kampus, secara sengaja maupun tidak sengaja pasti terdapat interaksi antara peserta dan pemandu, walaupun tidak dalam konteks pelatihan. Bisa diartikan sebagai senior dan junior di kampus. Lebih akan terlihat tentunya sifat asli diri jika kita sudah terbiasa berinteraksi dengan seseorang. Disini diharapkan seorang pemandu yang notabene menjadi senior dalam keseharian kampus, dapat menjadi tauladan yang baik untuk juniornya. Baik secara perkataan, perbuatan, etika, sopan santun dan juga hal akademik jika mendukung. Misalya saja dari segi budaya, kata – kata “khas” Jawa Timur yang telah menjadi ciri khas kota Surabaya.  Banyak mahasiswa yang sering mengumpat dengan kata – kata itu. Tapi sebaiknya para pemandu sebagai tokokh tauladan memberi contoh yang baik dengan tidak mengucapkan hal itu dalam keseharian. Pada kesimpulannya, seorang pemandu adalah seorang tokoh yang dapat diteladani oleh para peserta yang dipandunya, baik dalam sesi materi, ataupun dalam keseharian yang melingkupi banyak aspek seperti etika, moral, lisan, cara berpakaian, cara berpendapat, perilaku dan tentang hal akademik perkuliahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar