Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Selasa, 25 Februari 2014

Antara Pemandu, Komitmen dan Integritas”


Nama    : Okky Agassy Firmansyah
NRP       : 2412031047
 
“Antara Pemandu, Komitmen dan Integritas”
Pemandu adalah seorang yang memandu, entah mengenai hal kecil maupun hal besar, dari seperti pariwisata yang sering kita sebut dengan pemandu wisata hingga pemandu sekaliber pemandu rohani. Disini saya kerucutkan menjadi seorang pemandu dimana pemandu tersebut berkontribusi pada sebuah kegiatan, yaitu kegiatan LKMM (Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa).Umumnya pemandu di ITS diisi oleh mahasiswa tingkat 2 sampai tingkat 4 yang akan lulus studi, tentunya mereka yang menjadi pemandu adalah orang-orang terpilih. Seperti yang kita ketahui, seorang pemandu LKMM adalah seseorang yang akan memandu kita akan hal materi ruangan yang  kita terima pada pelatihan LKMM di setiap jenjangnya, dari LKMM Pra-TD hingga LKMM TL. Seorang pemandu juga seseorang yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya pemberian materi di kelas. Kadang terdapat pemandu yang dapat membawa suasana kelas, sehingga audience menjadi antusias dan bersemangat mengikuti jalannya materi. Terkadang juga saya juga menemukan pemandu yang kurang bisa membawa suasana kelas, jadinya ya suasana kurang terkendali dan mengakibatkan audience menjadi kurang bersemangat.Oleh karena itu, peran pemandu sangat vital dalam berlangsungnya sebuah materi, untuk mengangkat dan menurunkan minat audience dalam mengikuti materi.
Komitmen itu mudah saat kita mengucapkannya, tapi sulit untuk melaksanakannya. Itulah komitmen, hal kecil yang dapat membunuh kita dalam satu waktu. Sebagai manusia, pasti kita lambat laun juga akan mempunyai komitmen. Entah itu dalam bidang akademik, bidang kehidupan pribadi, maupun dalam pekerjaan. Sering kita melihat bahwa komitmen itu hanya sekadar uap di mulut saja. Contoh yang realdan sering muncul adalah tentang komitmen pemimpin di Indonesia. Mereka mengumbar komitmen ini itu jika mereka terpilih. Gelagat mereka saat kampanye menunjukkan keseriusan untuk menjaga komitmen itu jika mereka terpilih nanti. Tapi kebanyakan pada kenyataanya, saat mereka terpilih justru lupa akan komitmen yang mereka ucapkan tadi. Tapi tidak semua pemimpin di Indonesia seperti itu, tadi hanyalah sebuah gambaran kecil dari komitmen yang mudah diucapkan, tapi sulit untuk menjaganya. Saya masih ingat betul akan nasehat salah satu pemandu amplas pada saat LKMM Pra-TD satu tahun lalu, dimana saat itu adalah pemilihan ketua kelompok. Ketua kelompok yang terpilih secara tiba – tiba mengatakan bahwa “saya akan berkomitmen menjaga kekompakan kelompok ini”, disitulah salah satu pemandu amplas itu memberi nasehat tentang apa itu komitmen, yaitu hal kecil yang mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Pastinya pelajaran tentang arti komitmen ini bisa ditanamkan lebih awal kepada pemuda-pemuda Indonesia, mungkin dengan jalan organisasi, komunitas, dan lain-lain. Jika kita berorganisasi, contoh paling simpelnya adalah saat kita mencalonkan diri menjadi ketua. Disitu kita juga akan berkomitmen tentang apa yang akan  kita bawakan kedepannya. Begitu pula menjadi pemandu. Sering saya mendengar tentang kesibukan pemandu, khususnya saat preparedan berlangsungnya kegiatan LKMM. Jika seorang pemandu tidak punya komitmen yang kuat, dalam arti mampu menjaga komitmennya, maka pastinya akan loyo saat menjadi pemandu. Loyo disini diartikan malas bekerja saat prepare, tidak mau datang saat briefing, dan lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada amanahnya. Oleh karena itu, komitmen yang kuat dan mampu menjaganya mutlak diperlukan oleh seorang pemandu.
Integritas diartikan sebagai kebenaran atau kejujuran seseorang akan tindakan dan perkataannya. Dapat juga integritas diartikan sebagai konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan. Integritas merupakan faktor penting bagi seorang pemimpin. Karena seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapat kepercayaan dari pegawainya. Pemimpin yang mempunyai integritas dapat dipercaya karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi tindakannya. Integritas menurut saya merupakan faktor mutlak yang  harus dimiliki oleh seorang pemimpin, mengingat jalan atau tidaknya suatu organisasi adalah tergantung dari setiap keputusan yang dibuat oleh  pimpinannya. Begitu pula seorang pemandu. Secara lisan, tugas pemandu adalah memandu setiap materi pada kelasnya, tapi menurut saya bukan hanya itu. Tugas pemandu malah jauh lebih berat lagi selain memberi materi di kelas, yaitu memberi suri tauladan yang baik bagi para peserta materi yang telah dipandunya dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat dunia kerja, seorang pemandu adalah seorang pemimpin atau ketua organisasi yang menjadi panutan anggotanya, sedangkan peserta adalah angggota organisasi tersebut yang mematuhi dan mencontoh apa yang dilakukan oleh pemimpinnya. Maka dari itu, integritas dari pemandu sangatlah dibutuhkan untuk melaksanakan amanah, agar tercapainya tujuan dari materi yang disampaikan dan dicontohkan oleh seorang pemandu. Pada kesimpulannya, seorang pemandu sebaiknya mempunyai komitmen dan integritas yang tinggi, karena agar kegiatan pemberian materi dapat berlangsung sesuai aturan dan para peserta dapat mencontoh apa yang dipraktekan oleh para pemandu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar