Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Jumat, 24 Oktober 2014

Bimo dan Bunga



aku cinta kamu
tapi kamu tak cinta aku
ku tak pernah tahu apa salahku
hingga kamu tak suka aku
tak mau aku
mungkin di matamuaku tak pantas untukmu
tapi tak mengapa
aku sadari kekuranganku ini
reff:
aku rela oh aku rela
bila aku hanya menjadi
selir hatimu untuk selamanya
oh aku rela ku rela
aku sudah bilangku kan terus mengagumiku kan terus cinta
terus merindu
meski kau diam saja
kau diam saja

Dan hari itu si bimo terus mendengarkan lagu karangan musisi beken Ahmad Dhani. Entah kenapa bimo begitu murung beberapa hari ini. Apakah dia sedang menyesuaikan keadaan hatinya dengan keadaan cuaca yang sedang mendung diluar? Dengan awan – awan gelap yang menggelayut siap untuk meneteskan air mataNYA dari langit. Ternyata bukan, usut punya usut, ternyata si bimo lagi terkena penyakit hati, yang namanya “galau” .
----------------------
Namanya bunga, anak SMA kelas 3 di kota cucuk, parasnya sederhana namun manis, aktif, dan mempunyai senyuman seindah bunga di pagi hari. Bimo merupakan alumnus dari SMA yang sekarang dibuat belajar bunga. Awal perkenalan mereka terjadi pada sebuah acara yang melibatkan siswa aktif dan para alumnus yang diundang.
Pada awalnya memang biasa, hanya sekadar hubungan adik – kakak yang saling membagi informasi dan saling bertukar cerita tentang dunianya masing – masing. Tapi akhirnya menjadi tak biasa pada bimo.
T : ...Hallo Mas ..
K : Hallo, ini siapa ya?
T : Inisial T
T : Adek kecil mas , hehe
K : T, siapa ya?
T : Dek Bunga mas,  hehe..
“duh, ini dek bunga sungguhan? Ya ampun seneng rek” ungkap bimo dalam hati
Setelah perkenalan mereka di “dunia maya” itu, komunikasi mereka berlanjut, setiap hari, hingga setiap waktu kosong. Dari mulai menyapa “selamat pagi dek ”, hingga “selamat beristirahat mas ”, sudah mereka lalui lewat chat yang berada pada hp android itu..
Di satu waktu, saat bimo ada kegiatan di kampus, hp android bimo terjatuh dan pecah. Sebenarnya bukan pecah terbelah dua seperti semangka, tapi retak, dan retak itu mengakibatkan eror yang cukup fatal hingga membuat hp bimo tak bisa menyala kembali. Karena kecelakaan ini, hubungan komunikasi bimo dan dek bunga menjadi terputus sementara.
“duh gimana ini, hp pecah, dek bunga gimana ya? Apa tak sms?” gumam bimo dalam hati.
Dan akhirnya dia mencoba untuk sms dek bunga,
“hallo dek bunga, hehe..ini mas bimo, maaf hp lagi pecah”
“oh mas bimo, gpp mas”
“lagi ngapain sekarang dek?”
*ngiiiiiiing....... (tanpa balas)
“lha kok gak dibalas?” Gumam bimo,
Sekian hari bimo terus sms kepada dek bunga, dan hasilnya sama, satu sms dibalas dan keduanya “nothing”, akhirnya bimo mengambil konklusi,
“mungkin dek bunga nggak mau smsan, beda operator mahal, hehe”.
Karena keadaan tidak mendukung, aplikasi chat di hp android tidak bisa berfungsi, sms pun juga tidak bisa, maka bimo memutuskan untuk tidak melakukan contact untuk sementara waktu dengan dek bunga,
“chat off, sms tulisannya not responding, telpon nggak diangkat, malah yang ngangkat itu cewek lain sama jawabannya nggak enakin ati pula ‘maaf pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan’, eh. Yaudah deh, kita nggak nyambung dulu dek bunga, kita sementara waktu pakek telepati hati aja ye, haha” sambil tertawa kecil bimo berbicara lirih.
Dua minggu berlalu ---
Kabar burung dari burung ke burung, dari temannya burung ke temannya pemelihara burung, ternyata kabar terbaru terdapat aplikasi emulator android untuk pc, alhasil bimo pun mulai mencoba emulator tersebut untuk segera mengaktifkan kembali komunikasinya dengan dek bunga.
“ada emulator? Yes sekarang waktunya komunikasi dengan dek bunga on lagi
Karena lingkungan dengan teknologi yang berkembang, bimo dengan mudah menginstall dan mendapatkan aplikasi emulator android tersebut. Senang bukan main akhirnya bimo bisa mengaktifkan akun chat yang sudah terkubur selama tiga ratus tiga puluh enam jam tersebut.
Pada awal bimo membuka akun aplikasi chatnya, dia mendapati pesan baru, dan itu dari dek bunga!
“hallo mas, senangnya bisa menyikapi ulangan kimia dengan senyuman
Lemon tree.mp3 was recieved
Bimo membaca pesan baru yang telah mengendap 5 hari itu dengan senyum kecil yang mengembang di wajahnya, tapi masih ada penasaran dibenakknya, apa lagu yang dikirim oleh dek bunga, yang judulnya lemon tree.
Karena penasaran apa maksud dek bunga mengirim ini, bimo mencoba untuk surfing di internet mengenai liriknya,
“ah, ini dia liriknya ! yey”
I’m sitting here in the boring room
It’s just another rainy Sunday afternoon
I’m wasting my time
I got nothing to do
I’m hanging round
I’m waiting for you
But nothing ever happens and i wonder
“ah, ini liriknya? Apa maksudnya ya? Bener nggak sih lagu itu mencerminkan orang yang mendengarkannya? I’m wating for you? Eh, hehe”, seperti orang agak gila, bimo tersenyum-senyum sumringah sendiri didepan laptopnya.
Setelah tragedi lagu itu, bimo mulai termotivasi untuk memperoleh hp androidnya kembali, agar bisa komunikasi lagi tentunya dengan dek bunga.
Lama waktu berselang, sebulan kemudian bimo memutuskan untuk mengeluarkan semua isi tabungannya dan membeli hp android versi baru.
“hallo dek, apa kabar ?
Itu chat pertama bimo kepada dek bunga dengan hp barunya, tentunya dengan wajah sumringah bimo memulai chat tersebut. Tetapi dibalik wajah sumringah bimo, terdapat beban yang sedikit bertambah, yaitu bimo harus setidaknya lebih tirakat menghemat uang untuk hidup selama sebulan kedepan, karena uang tabungannya habis untuk beli hp baru – nasib.
1 bulan berlalu ---
Setelah mempunyai alat komunikasi lagi, hubungan antara bimo dan dek bunga bisa dibilang cukup dekat. Apa dikata jika setiap hari bertanya kabar, dan memberi semangat di setiap waktunya, siapa tidak dekat coba?
Bulan ini merupakan bulan liburnya para mahasiswa perantuan kembali ke kotanya, walaupun satu minggu untuk merayakan natal dan tahun baru. Tak terkecuali bimo yang juga lembali ke  kota asalanya, cocok.
Hari ini tanggal 25 desember, yaitu hari raya umat kristiani. Seperti biasa, bimo memulai chatnya dengan dek bunga pada malam harinya. Tak tau sebenarnya apa yang terjadi, tiba – tiba dek bunga berkata sesuatu ke bimo
“mas, aku besok ulang tahun lho”
Bimo hanya tercengan ini membacanya,
“lho ya dek? Beneran?”
“hehe..iya mas, beneran kok, cuman beberapa aja yang tau, nggak tak publish”
Apa mau dikata, bimo hanya diam untuk sementara waktu, nggak tau harus berbuat apa. Biasanya jika seseorang yang kita sukai ulang tahun, kita pasti akan memebrikan sesuatu yang istimewa bukan?
Akhirnya setelah kehabisan ide, bimo hanya bisa memebreikan satu benda pada malam itu, yaitu
“selamat ulang tahun ya adek kecil, semoga di beri barokah pada umur yang ini J
Sms! Ya itu sms, pada tepat jam 24.00 WIB, dengan gugup bimo mengirimkan sms itu kepada dek bunga. Haha..
Merasa perlu sesuatu lagi untuk melengkapi ulang tahun dek bunga, bimo memutar otak dan hasilnya adalah sebuah ajakan keluar. Ha!
K : “dek lagi dimana?”
T : “lagi dirumah mas”
K : “belajarkah?, hehe”
T : “hehe, enggak kok mas, lagi nganggur kok”
K : “nggak keluar dek?”
T : “Enggak mas”
K : “Kalo gitu, keluar yuk”
T : “Keluar kemana mas?”
K : “Gimana kalau makan dek?”
T : “Sampean traktir ya mas? Hehe”
K : “Gampang wah, mau?”
T : “Mau mas”
K : “Yaudah, yuk ketemu di warung bakso pemuda ya”
T : “Ok mas”
Dan akhirnya siang itu kejadian juga, “first date” bimo dengan dek bunga di warung bakso, tetapi sayangnya hanya sebentar, tak bisa lama karena dek bunga ada keperluan dengan ibundanya. Tapi tak apa, bagi bimo itu sudah lebih dari cukup.
Malam harinya, seperti biasa bimo menyapa dek bunga dengan sapaan hangatnya
K : “selamat malam adek J
T : “malam”
K : .........
Dari chat malam itu, bimo mulai merasakan perbedaan pada dek bunga, entah apa itu.
Hari demi hari berganti, hingga waktu untuk bimo kembali ke perantauan tiba, layaknya adik kakak, pamitan adalah hal yang wajar, tapi keanehan itu tetap berlanjut.
“pamit balik dulu yah, sampai jumpa di bulan depan dek bunga J
“iya mas”
Hanya sepenggal kalimat “iya mas” yang terbalas dari chat bimo, entah apa yang terjadi bimo mulai kebingungan.
Setibanya di kota perantuan, bimo mulai menghilangkan pikiran negatif akan dek bunga, bimo mencoba berbaik sangka kepada dek bunga
“mungkin dek bunga mau konsen buat uan dulu, hehe”
Karena urusan bimo dengan kampus yang padat dan juga tugas-tugas beserta praktikum yang berserakan di laboratorium, agaknya dapat melupakan dek bunga untuk sementara waktu.
------
Pada malam itu, bimo sedang pusing – pusingnya ngerjain soal dari dosen elektronika yang susahnya minta ampun, karena belum pernah mendapat pelajaran seperti itu, dan langsung disuruh untuk mengerjakan.
Maksud hati berbaik untuk menanyakan kabar pada dek bunga,
#22.00
“sudah tidur dek?”
Ternyata tanpa balas yang didapat, dan bimo hanya membiarkan chat itu menanti untuk dibalas.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB, tugas belum kelar, teman bimo, yaitu fiqi sekarang juga lagi bermeditasi didekat bimo. Meditasinya dengan cara pegang kepala dengan kedua tangan, jari-jarinya seraya meraih mengacak-acak rambut dan kedua kaki duduk bersikap “ndongkrong”, YA! Bukan bermeditasi, lebih tepatnya Bingung gimana cara garap soalnya, haha.
dan akhinya-pun bimo memberikan ucapan selamat instirahat untuk dek bunga.
“selamat beristirahat dek J
T : “saya masih baca buku mas, belum tidur”
Bimo kaget, ternyata belum tidur si dek bunga. Tak mau melewatkan kesempatan, akhirnya bimo meneruskan chatnya
K : “baca buku apa emange dek?”
T : “buku siraman rohani mas”
K : “apa judulnya dek? ,kali-kali aku udah pernah baca”
T : “Lebih barokah tanpa pacaran ,mas”
Entah apa bimo mimpi semalam, baca chat dari dek bunga ini bagaikan tersamber gledek tujuh rupa *dar!
Seketika bimo langsung meletakkan hp androidnya di meja praktikum, dan langsung menyusul fiqi bersemedi, yaitu dengan cara pegang kepala dengan kedua tangan, jari-jarinya seraya meraih mengacak-acak rambut dan kedua kaki duduk bersikap “ndongkrong”.
“shit ! mimpi apa aku? Trus aku kudu jawab gimana?” gumam bimo sambil mengacak-acak rambutnya yang bergelombang
Tanpa pikir panjang lagi, mencoba menjadi seorang lelaki yang bijaksana, bimo membalas chat dek bunga yang terakhir
K : “oh itu dek, hmm... aku belum pernah baca yang itu, tapi yang sejenis banyak, udah pernah”
T : “*nggiiiing” (diam)
10 menit kemudian--
K : “yaudah dek, yang penting raih tujuan mu dulu sekarang , lulus dan kuliah J
T: “iya mas, fokus dulu”
Semenjak malam itu, hubungan dek bunga dan bimo sudah tidak se-bahagia yang lalu. Komunikasi hanya terkesan searah dari bimo yang masih berusaha untuk mendekati dek bunga. Tapi apa daya dek bunga yang sekarang sudah berubah menjadi cuek dengan bimo.
“kemana dek bunga yang dulu, aku bingung, ibarat dunia pancing. Dek bunga dulu sudah memeberi aku umpan, dan aku menyambutnya dengan senang hati, tetapi kenapa sekarang menjadi berubah 180 derajat kebalik, ah!, maaf jika aku salah dek, sebenarnya ingin aku melanjutkan, tapi kenapa responmu sekarang demikian, entahlah..”
---------------------------------


Rabu, 22 Oktober 2014

Jalan2 ke UNY Wates - Pena Pemuda Indonesia 2014












Senyum Simpul PSDM HMTF ITS 14/15 (23/10/2014)

jika melihat senyuman kalian di foto sampul grup ini (walaupun nggak ikut) rasanya cukup menyenangkan, alhamdulilah bisa punya keluarga departement se-bagus ini kinerja dan kekeluargaannya.

mulai minggu2 ini dan 2 bulan kedepan, idealnya adalah bulan2 yang sangat berat untuk departement kita. tangis itu biasa untuk manusia, salah satu cara untuk melepaskan beban keluar dari pikiran dan hati.
sehebat2nya kadep dan wakadep serta staff, tak akan mungkin bisa melalui ini semua dengan mudah jika sendiri, mari lebih "menggenggam erat" tangan kita bersama lagi.

maaf jika saya menulis ini, memang kenyataanya tak semudah retorika sistem ideal.
ingat kata Chusnul Khotimah, jika ada uneg2 silahkan di share, jangan di pendam dan jangan di conversi ke "kode",

"Dunia ke-psdm-an di KM ITS ini memang seperti ini, identik dengan sakit hati dan sakit pikiran. Pujian itu adalah sebuah bonus yang jarang didapatkan. Sedangkan cacian, kritik pedas yang menghujam adalah sebuah keadaan yang akan selalu terjadi. Kuatkan Hati mu untuk menjalani ini. balik ke niat awal yang ikhlas untuk saling berbagi ke adik2 dan sesama. InsyaAllah Barokah"

Kamis, 26 Juni 2014

Sepenggal cerita hari pertama perjalanan ke kota Jakarta



Sepenggal cerita hari pertama dari dan ke jakarta

1.      Kereta dan karet
Ini kejadiannya saat si gamal dan si denys sudah tertidur di kereta menuju jakarta. Kayaknya sekitar pukul 2 pagi, aku merasa kebelet pipis, dan akhirnya aku ke toilet. Setelah pipis, aku merasa kebelet pipis lagi, dan aku ke toilet lagi, aduh ternyata aku anyang2en ini kayaknya. Karena nggak nyaman sekali ini, apalagi pas perjalanan kan posisinya, jadinya aku kebingungan. Si denys dan si gamal udah pules tidurnya. Tak kehabisan akal, akhirnya aku mengikuti caranya temen ku, si isna, yaitu search di google ttg penyakit. Oke ,satu dua tiga artikel mengatakan kalo obatnya ya dibawa ke dokter. Duh kan payah jadinya. Tapi tak menyerah, di artikel ke enam akhirnya aku menemukan sesuatu, “cara unik obati anyang2an”, NAH INI NIH!!!!!. Hahaha..sumpah dah aku kegirangan baca artikel ini, serasa nemu oasis dah, haha. Di artikel tersebut dikatakan kalo ingin sembuh dengan cara ini gampang, yaitu minumi air putih yang banyak lalu jempol kaki ikat dengan karet yang rapet. Tuhkan mati satu tumbuh seribu, nemu caranya tapi aku nggak ada KARET!!!!. Entahlah apa yang ku pikrkan saat itu, yang ada pastinya cuman aku pengen selesei, haha. Akhirnya aku ambil charger HP nokia, lalu ku ikatkan ke kedua jempol ku secara rapet selama beberapa menit. Trus hasilnya? 100% working!!! Hahahaha,,sumpah malam dikereta yang cukup bodoh!!

2.      Magic com dan kereta
Awal kisah emang sudah berniat jika berangkat KP ke jakarta akan membawa magic com sebagai “penyambung nyawa” sehari – hari dijakarta. Nah kejadian juga sih, akhirya kita bawa magic com kecil ke jakarta, merkmya miyako yang kira-kira harga jual premierya sekitas Rp 260.00 di carrefour. Kejadiaanya pas di stasiun pemberhentiannya di jakarta, yaitu stasiun pasar senin. Kan kita baru first time nih, jadi ya maklum kita nggak tau kalo ini udah stasiun pasar senin. Karena itu kita keburu – buru ngankutin barang yang ada di bagasi atas kereta buat turun. Udah turun sih, kita istirahat sebentar hampir 30 menit di stasiun, sempet ujan juga soalnya. Setelah itu kita naik taksi ke rumahnya temene gamal yang ada di belakang rutan salemba. NAH!!! Disini nih baru keinget kalo magic com nya kagak kebawa lagi, sepertinya masih berada di bawah kursi kereta api kertajaya -_- . ya apa boleh buat dah, ikhlasin aja kepada masinisnya -_-. Lain kali kalo naik transportasi apapun yang hati2 ya rekk :D

3.      Sopir Taksi dan ceritanya
Dari stasiun pasar senen menuju ke rumah yudha, si temennya gamal, kita terpaksa naik taksi karena belum tau arah mengenai kendaraan umum di jakarta ini, katanya sih gampang, se gampang trans jogja lah. Awalnya kami mendapat tawaran taksi avanza dari seorang sopir, tapi tak kami ambil karena kurang percaya dah sama taksi begituan. Akhirnya si dennys sama gamal ngalahin jalan2 buat nyari sopir, sedangkan aku nunggu barag2 seabrek ini di spot stasiun. Beberapa lama kemudian, si gamal dan dennys tiba dengan taksi biru, oke dah langsung cus ke rumah yudha yang katanya berada di belakang rutan salemba. Di jalan si sopir mengajak ngobrol kami, satu dua tiga dan empat akhirnya kita pada tau kalo sama sama berasal dari surabaya. Si sopir bercerita gini “ kalau di kota besar gini, jangan naik taksi non label mas bisa bisa ntar yang ada malah kena tipu, kagak aman juga, naik aja yang label gini udah terpercaya, saya tau betul jalanan sini mas soalnya udah 30 tahunan jadi sopir taksi”, mendengar cerita demikian kami cuman bisa berpanggut saja. Lalu 2 menit kemudian aku tersadar sesuatu yang ganjal,  Iseng2 bukak google maps di hp karena penasaran jakarta, yang ada bukanya malah seneng, tapi senep. Selain karena baru teringt kalo magic com ketinggalan di kereta, ternyata kita muncul dugaan karena ini taksi pakai jalan yang melenceng jauh dari peta -_- duh kepala ancur dah rasanya. Di sms , yudha bilang kalo naik taksi dari pasar senen ke rumahnya itu cukup sampek 20.000 aja, nah ini pas aku bukak google maps udah lewat 25.000 dah -_-. Umpama dikaitkan dengan rumus fisika, di google maps mengatakan kalo rumah si yudha ini bisa ditempuh dengan jalur “GRADIEN” (garis miring) dengan jarak misalkan 1 km, nah tapi si sopir ini malah menggunakan jalur “PARABOLA” (Gerak melingkar) yang jaraknya hapir 2,5 kali dari jarak garis gradien tadi -_-. Pengalaman lagi dah ini, hiks. Yang lucu sih, pak sopir ini tadi bilang kalo jangan percaya sama sopir taksi yang lain eh tai kenyataannya malah bapak sendiri dah yang kayak gitu -_-. Jakarta oh jakarta!



4.      Ibu kos dan sms dari perusahaan
Sesudah dari rumah yudha, kita pastinya pergi ke daerah tempat dimana kita melakukan kerja praktek. Tujuan dirumah yudha sih sebenarnya cuman numpng “jujugan” doang, karena kita kan belum punya kos tuh di jakarta. Dengan adanya bantuan tumpangan pertama sekaligus sebagai kos tracker, yudha sangat membantu lah. Setibanya kita di lokasi kos yang sudah di carrin yudha, kita nggak langsung seneng ataupun langsung istirahat, yang ada adalah saling menatap satu sama lain dan mengumpat. Iya apa, ini soalnya kos2an yang ditemuin yudha idealnya udah nggak layak disebut kos2an dah, sumpah ya Allah. Udah kecil, sumpek, dinding udah kekuning kuningan, baju jemuran diatas kepala semua, kamar mandinya aduhai, dan bau tempat kosnya ini semriwing dah. Ini mungkin kos2an udah sejak jaman belanda kagak pernah di renov kali, ya Rabb. Lalu 10 menit sampai dikos, si empunya rumah datang dan membawa selembar kertas perjanjian mati mengenai kos. Satu kamar harganya 500 ribu, kalo satu kamar 2 orang jadi 600 ribu. Kita jadnya sementara dengan terpaksa bilang kalo nyewa 2 kamar. Dengan pemikiran secepat kilat kita bertiga rundingan kalo kita di kos ini hanya sampek 2 minggu aja!! Selebihnya cari yang lebih memanusiakan manusia!!. Dengan berbekal hasil rapat itu, si denys maju dan bilang ‘bu, ini kita cuman tinggal disini 2 minggu, soalnya nanti bakal ada mess dari perusahaan tempat kami magang”. Ya Allah ini sumpah bocah pinter banget buat nge less, mana ada coba perusahaan swasta yang mau nyediain mess buat anak magang -_- haha. Dari alibinya si denys, akhirnya ibu kos bilang “yaudah ini kalian kena 900 riibu aja untuk 2 minggu”.  JANC*K !! dalam hati ini kita bertiga ,dih ini mahal banget dah, fasilitas kayak gini mahal banget, mau wudhu aja buat shilat kagak tega karena kondisinya kayak gini -_-. Tiba2 ibu kos bilang, “mas ini dilunasi didepan ya, kalau belum lunas tidak boleh bermalam!”. Oke, setelah itu kami langsung DP sebanyak 250 ribu, soalnya yang tersisa dari dompet kami bertiga ya cuman itu, haha

Sekitar 30 menit dari pembayaran DP kos tadi, kita bertiga mulai keluar dari kos yang tak layak huni itu untuk berjalan2 dan mencari masjid buat sholat, sekaligus nge-cek tempat KP kita yang bakalan besok adalah first time kita kerja. Setelah sholat dan mengetahui tempat kerja, kita nggak langsung pulang, tapi langsung cari kos!!!! “CARI KOS HARGA MATI!!!”, “kalau bisa hari ini kita pindah juga dah dari sarang naga itu rek!”, demikian kata ku, hmm. Oke setelah sepakat kita segera jalan menyusuri gang2 di balik kantor ini untuk menemukan kos2an. Setelah dirasa jauh berjala, kita cukupkan dan ingin kembali ke kos karena sudah lelah. Udah gitu aja!

Haha, tidak demikian rupanya. Di perajalanan balik menuju sarang naga, kita coba browse di internet mengenai info kos2an di deket tempat KP sini. Akhirnya si denys nemu, yang lokasinya deket banget. Oke langsung tanpa pikir panjang kita cuss aja deh ke tempat kos ini. Iya bener ternyata ada, tapi ya gitu sih, mahal kalo itungannya ini surabaya. Non ac, non jendelan, non voice of adzan dan non tetangga! Sejumlah .1500.000 satu kamar isi 3 orang. Tapi bedanya ini kan baru, jadi ini bersih dan nggak jorok lah -_-. “FIX FIX FIX ini kita pindah malam ini juga dari sarang naga ke sarang burung puyuh ini dah, walaupun kecil mahal tak apa buat satu bulan kedepan, ntar kita pindah bulan kedua!

Setelah mendapatkan sarang baru, kita kepikiran satu hal lagi ini, “bagaimana kita pindahnya ini, kita udah kadung DP sama bilang ntar kita tinggal 2 minggu di sarang naga itu”. Langsung aja aku nemu ide disitu, “ inget kata2 ibu kos tadi nggak? Kalo nggak lunas malam ini ya kita nggak bisa nginep kan, nah bilang aja kita nggak bisa nglunasin malam ini, terus kita pindah ke rumah temen dah”. Dan brainstorming pun mulai dilakukan sembari jalan menuju ke sarang naga. Tiba2 si denys nyeletuk, lah gini ae “kita buat sms palsu dari perusahaan pakai nomer mu mal, ntar kirimin ke hp nya okky, di sms itu bilang kalo kita udah bsa pakek mess dari perusahaann malam ini juga”. Sumpah dah ini ide konyol banget sampek ada sms palsu segala, haha. Dengan segenap kekuatan akhirnya kita berbicara dengan ibu kos “sarang naga” dan berhasil pindah tetapi DP kita tadi nggak bisa balik, alasannya sih karena udah di setor sama pemiliknya (namanya juga alesan -_-). Haha..

Cukup dah, sampek segitu aja, pengalaman aja kalo nyari kos yang ati2 ya rekk J




5.      Karyawan Indomar*t dan uang receh
Al kisah ini kita bertiga lagi belanja di indomar*t dekat kos. Belanjanya sih ya simpel – simpel gitu, cuman sembako sama jajan jajan aja. Si gamal fiqih handono warih lagi belanja jajan, si dennys al fath lagi belanja minuman buat kos maklum ini belum punya galon kan, baru beberapa hari pindah di jakarta. Yang bayar pertama yaitu si dennys, si dennys belanja dengan harga Rp 8800,- so masih ada kembalian Rp 200,- , nah si mas kasir bilang, “yang uang Rp 200 boleh disumbangin pak?” dan si dennys bilang “oh iya tidak apa2”. Dan yang kedua adalah gamal, ia belanja dengan total Rp 11.300,- dan mas kasirnya bilang “mas yang Rp 700 nya disumbangkan ya mas” dan si gamal seketika jawab “ok”. Nah sepersekian detik setelah si gamal jawab “ok”, aku langsung celetuk dengan logat surabaya ke gamal “mal, kon JANC*k iku jane duit Rp 700 ditambah duit e dennys Rp 200 wes iso digae tambah tuku rinso iki mal!!!” , lalu gamal dengan santai nya menjawab “waduh kik, lali kik, haha” . setelah itu giliranku buat bayar ke kasir dengan nominal rinso sebanyak Rp 7300,-. Nah disini letak kejadiannya, si mas kasir nggak nanya kalau si uang receh kembalianku ini mau disumbangin atau nggak, tapi langsung aja bilang “ini mas kembaliannya”dan tentunya dengan muka yang langsung menatap tajam wajahku.
Saat keluarnya dari indomar*t kita langsung ketawa dan sedih juga sih, merasa bersalah dah tadi udah berkata surabaya ke gamal. Haha...walaupun sebenarnya kan tadi niatnya guyon sama niat hemat kan, eh lha dalah si mas mas kasir malah ketakutan sama kita, wkwkwkw.. maap dah bang :D