Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Kamis, 29 Agustus 2013

Terwujudnya INFANTERI (Inisiatif, Profesional, Kedewasaan, Berpikir, Team work, Komitmen) HMTF yang Berintegeritas dan Berkarakter



Terwujudnya INFANTERI Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika yang berintegeritas dan berkarakter merupakan tema dari latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika FTI ITS. Singkatan dari Inisiatif, Profesional, Kedewasaan, Berpikir, Team work, Komitmen. Dari tema ini dapat kita bahas satu per satu mengenai definisinya. Inisiatif merupakan sifat tanggap dalam mengambil tindakan untuk mengatasi suatu keadaan. Tentunya hal ini sering dilakukan oleh banyak orang saat sedang terdesak keadaan. Misalnya dalam masalah kepanitiaan, disitu telah mengalamai kemoloran jadwal acara hingga satu jam. Pastinya tindakan inisiatif itu mutlak dilakukan disini, baik itu dengan mengubah rundown acara maupun memotong satu acara. Profesional memiliki definisi yaitu melakukan tugas atau jobdesk sesuai dengan aturan main. Keprofesionalan sangatlah diperlukan dalam menjalankan tugas. Karena berhubungan dengan kinerja seseorang dan hasil apakah yang akan tercapai. Misal jika seseorang tidak profesional dalam melakukan pekerjaan, pasti akan buruk hasil yang akan didapatkan. Dalam contoh kecil yaitu organisasi di kampus maupun di sekolah-sekolah. Biasanya terdapat seseorang yang mempunyai hubungan “khusus” dalam organisasi tersebut, sementara itu dia mempunyai peran vital pada organisasi tersebut. Hal yang terjadi biasanya adalah sikap ketidak-profesional-an yang muncul. Mungkin bisa karena ada janji dengan “seseorang” tadi yang akhirnya mengorbankan rapat koordinasi acara yang padahal acara tinggal beberapa hari, bisa juga saat menjalankan kepanitiaan dia hanya ingin satu departemen dengan seseorangnya dan akibatnya pada pelaksanaan kegiatan yang ada bukanlah menjadi panitia, tetapi pacaran. Hal – hal seperti itulah yang sering terjadi dalam sebuah organisasi. Maka dari sini sikap profesionalisme dalam bekerja sangatlah diperlukan karena menentukan hasil apakah yang akan dicapai pada akhirnya.
Kedewasaan mempunyai definisi akan sifat yang lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi segala hal. Dalam kepanitiaan kedewasaan seharusnya dimiliki oleh semua elemen panitia khususnya ketua panitia agar bijaksana menentukan jalannya acara. Pastinya banyak problem yang muncul pada saat kita menyusun acara, baik itu dalam hal prepare acara, hari H, maupun pasca acara. Masalah krusial sering terjadi pada sisi dana, misal disini adalah tentang kerja sama antara perusahaan dan panitia. Kesulitannya adalah mendapatkan sponsor dengan dealing mereka mau memberi dana yang besar kepada pihak panitia. Kebanyakan pihak sponsor lebih prefer untuk memberi barang dan uang sedikit, dan menuntut untuk memasang logo sponsor yang banyak pada event tersebut. Nah, disini peran kebijaksanaan ketua panitia beserta semua panitia untuk memilah mana sponsor yang akan digunakan. Berpikir, adalah sebuah tindakan dimana kita mempertimbangkan banyak aspek guna menyimpulkan sebuah keputusan. Dari segi efektifitas, berpikir secara bersama-sama atau yang sering disebut dengan rapat atau musyawarah adalah tindakan yang solutif untuk menentukan pilihan daripada berpikir sendiri. Tapi hal ini juga tidak menuntup kemungkinan bahwa berpikir sendiri adalah tindakan yang kurang bagus. Kedua hal ini juga dilakukan karena mempertimbangkan beberapa aspek, misal waktu. Jika selang waktu rapat dengan hari H acara masih lama, maka sebaiknya dilakukannya rapat bersama sehingga mendapat hasil yang mufakat dan baik. Tapi jika misal sudah hari H, dan terdapat salah satu hal yang tidak bisa terlaksana dengan sebagaimana asalnya, maka langsung saja tak usah merapatkannya dulu dengan seluruh elemen panitia. Team work atau kerja tim adalah hal yang tidak bisa dihindari dari suatu kepanitiaan. Karena suatu acara pasti menggunakan panitia dengan jumlah yang tak hanya satu atau dua orang. Disitu juga akan terbagi menjadi beberpa sie, seperti sie acara, perlengkapan, dana dan lain-lain. Dalam sie itupun juga tergabung beberapa orang anggotanya. Untuk kinerja panitia, team work adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Jika tidak, maka kepanitiaan tidak akan berjalan dengan baik. Misal dalam sie acara terdapat pembagian kerja sebanyak lima bagian dengan satu acara dihendel oleh satu orang, tapi pada kenyataannya hanya dua orang yang bekerja dengan aktif, akhirnya pun dua orang tadi pontang–panting kesana kemari guna mengatur acara. Maka dari itu kerja tim sangatlah dibutuhkan. Satu lagi ialah komitmen. Hal ini merupakan aspek tersulit yang mungkin dalam perjalannya membutuhkan guide tersendiri. Banyak orang berkomitmen tinggi tetapi sulit untuk menjaganya. Oleh karena itu komitmen sederhana, dan pembuktian nyata lebih bernilai dari pada komitmen tinggi didepan dan tak ada bukti dibelakang.