Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Rabu, 17 Juli 2013

D3 Metrologi dan Instrumentasi ITS

tentun pada bertanya tanya apa sih jurusan ini? belajar tentang apa? dan keluarannya akan jadi apa?
hmm..pasti itu hal yang pertama kali terpikirkan dibenak kita saat membaca nama jurusan diatas. Satu hal yang perlu di ingat. METROLOGI bukan METEOROLOGI dan bukan juga METALURGI. Sering banget yang keliru tentang mengartikan nama dari jurusan ini, semoga setelah ini tidak keliru :) . METEOROLOGI adalah disiplin ilmu yang membahas tentang keadaan cuaca, iklim dan keterkaitan mengenai alam, kalau METALURGI adalah disiplin ilmu yang memperlajari tentang keterkaitan dengan material atau bahan, sedangkan METROLOGI adalah disiplin ilmu yang membahas tentang pengukuran, baik itu pengukuran massa atau pun yang lain.

berikut ini penjelasan dari website ITS : http://www.ep.its.ac.id/index.php/program-studi/d3-metrologi-dan-instrumentasi

"Program ini dibuka sejak 2011 sebagai upaya untuk memberikan kemampuan lebih bagi lulusan program DIII. Program ini merupakan program pendidikan diploma 3 bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA/SMU) atau yang sederajat untuk dididik menjadi tenaga terampil bidang metrologi dan instrumentasi. Daya tampung Program D-III sekitar 70 orang mahasiswa. Lulusan dari program ini akan memperoleh gelar Ahli Madya (AMd)."












Diatas adalah mata kuliah yang akan dipelajari, ditekuni dan tentunya di sayangi jika kita masuk ke jurusan ini. kalau dilihat dari kurikulum diatas, jurusan ini bisa disebut "multitasking", karena disini kita akan belajar berbagai macam mata kuliah. Dari TIK, jaringan, software, hardware, programming, elektronika industri, teknik otomasi, statistik, mikroprosesor dan interfacing,  instrumentasi akustik dan vibrasi dan masih banyak lagi. 

kalau berbicara tentang prospek kerja, dikatakan alumnus jurusan D3 metrologi dan instrumentasi ini dapat bekerja di Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan dapat juga bekerja di lingkungan Industri. 

so tunggu apalagi? dan jurusan ini hanya terdapat 4 cabang (eh) , di ITS, ITB, UGM dan USU. kurang menarik apalagi coba ?
we wait you... :)

profesionalisme atau emosi di organisasi

profesionalisme di pekerjaan (khususnya) sangat diperlukan guna terciptanya atmosfir kerja yang sehat, sehingga program kerja dapat terlaksana dengan baik. misalnya penerapan saat di dunia kerja adalah profesionalisme antara suami istri dalam satu kantor atau suami dengan istri yang mempunyai partner kerja laki-laki.

disini, mulai dari aspek terkecil setidaknya kita sudah dikenalkan dengan faktor "profesionalisme" ini. penulis yakin di setiap sekolah dari SMP dan SMA mempunyai kegiatan ekstra atau intra kurikuler yang memadai baik dari aspek menjalankannya atau aspek keaktifan (mencoba menyamakan persepsi).

tapi hingga saat ini penulis kerap kali masih menemui sifat kurang profesionalisme di kalangan organisasi organisasi, bahkan pada suatu organisasi mahasiswa yang notabene sebagai kaum penggerak bangsa. kebanyakan permasalahan disini dari segi "CINTA" yang sedang menghinggapi beberapa orang. dari cinta itu muncul sifat TIDAK TEGA dalam melihat orang yang dikasihinya bekerja terlalu keras, dan akhirnya terjadilah kesenjangan dalam pembagian jobdesk suatu kegiatan..banyak sudah hal seperti itu terjadi, atau dengan adanya masalah pribadi, salah satunya nggak mau bertemu nggak mau kumpul rapat karena adanya orang yang sedang ia marahi sekarang..sungguh perilaku yang merusak suatu organisasi.

sebenarnya hal seperti itu wajar, karena kita sudah dewasa sekarang, sudah  mulai mengerti rasa akan lawan jenis. Tapi ya tidak seterusnya demikian. Ada kalanya kita harus mengendalikan Emosi akan HATI dan CINTA dalam kegiatan. jika tidak maka yang paling banyak akan merugi yaitu organisasi itu sendiri. Dengan ancaman Gagalnya suatu kepengurusan, Gagalnya suatu Acara , dan lain-lain..

oke guys, maka belajarlah untuk mengerti akan Emosi dan Profesi :)