Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Rabu, 26 Juni 2013

Jam yang diam

ini yang di ceritakan temannya temanku kemarin
-------

"jam dinding pun tertawa, karna aku hanya diam dan membisu"

--------

Hanya sebuah kalimat yang cukup berarti bagi diri ini, saat sebuah kata "cinta" itu mulai ada dalam hati, dan sulit untuk membendungnya. tapi apa daya saat kita tak bisa untuk mengucapnya. bukan karena takut atau apa, tetapi karena berbagai pertimbangan alasan  yang ada. alasan yang paling berat adalah terletak pada restu ibu. beberapa bulan lalu ibu berkata "nak, jangan pacaran dulu" . bagaimana tidak berat unutk menjalani amanah itu, saat usia kita beranjak dewasa dan kita sudah mulai mengenal lawan jenis, untuk kesekian kalinya aku "jatuh hati". maaf untukmu "seseorang", kali ini aku tak bisa mengatakan padamu bahwa aku ada perasaan, mungkin 3 tahun atau 4 tahun lagi aku akan mengatakannya :)
terima kasih

------

Kamis, 06 Juni 2013

Pandangan pertama untuk FTI ITS


Apakah Integralistik FTI Hanya Mimpi?
Integralistik FTI, mungkin memang merupakan hal yang dari dulu telah dicita-citakan dalam benak para pengurus BEM FTI khususnya, dan warga FTI umumnya. Pada pandangan umum mahasiswa ITS, FTI attau Fakultas Teknologi Industri yang notabene juga salah satu fakultas tertua di ITS, mempunyai jurusan-jurusan  dengan tingkat arogansi tertinggi diantara fakultas-fakultas lainnya. Entah itu  karena untuk menomor 1 kan jurusan ataupun adat istiadat yang telah diwariskan oleh senior-senior di jurusan. Yang jelas, di peraturan ITS tidak terdapat pasal yang berbunyi “masing-masing jurusan hendaknya memunyai arogansi dan idealisme berlebih sehingga Nampak jurusan mana yang nomor 1”.
Banyak hal yang dapat diambil sebagai sempel, misalnya saat wisuda 105. Arak-arakan dari graha sepuluh nopember ke jurusan dengan mengendarai motor ber-knalpot besar dan menantang. Iya memang tujuannya baik, yaitu menyambut suka cita kakak-kakak senior yang telah sukses wisuda. Tetapi ditengah suka cita tersebut terdapat hal yang miris, “Tawuran antar jurusan ketika arak-arakan berlangsung yang dikarenakan MACET di PERTIGAAN”. Mungkin ini bagi senior-senior sudah biasa, tetapi jika dinalar secara logis hal itu tidak ada manfaat dan esensi yang dapat kita ambil. Contoh kedua yaitu LKMM Pra-TD FTI-ITS. Dengan konsep integralistik dan peraturan-peraturan yang menekankan untuk meniggalkan atribut jurusan  LKMM dijalankan. Tapi apa? Peraturan layaknya sebuah dongeng yang lumayan panjang dan kemarin diceritakan sekarang sudah tidak mebekas. Pada kenyataanya banyak hal yang terjadi, misal pemilihan KOMANDAN dan SERSAN. Penulis sendiri tidak tahu mana yang memang IKHLAS untuk memimpin atau HANYA TUNDUK PADA SENIOR. Selanjutnya tentang pakaian, bukankah sudah JELAS peraturan tentang pakaian?tetapi kenapa masih ada jurusan yang menonjolkan arogansinya dengan memakai dasi yang berbeda??. Terlebih lagi saat upacara penutupan, bukankah Zona Integralistik harus bebas dengan kumpulnya 1 jurusan ya?kenyataanya ada jurusan yang membuat berisan dengan pasukan yang isinya satu jurusan, dan parahnya para fasil dan pemandu hanya diam.

Memang hendaknya bukan hanya sekadar mimpi ataupun sebuah konsep kegiatan,PERCUMA jika tidak dilakukan dan tidak ada respect yang baik dari jurusan-jurusan di FTI. BISA, PASTI BISA integralistik FTI diwujudkan,tentunya dengan pembenahan sistem dalam jurusan maupun BEM FTI sebagai pemimpin. Mungkin beberapa saran ini semoga dapat tercapainya integralistik di FTI. (1) Salinglah respect tehadapa sesama jurusan, baik dalam hal akademik, non akademik. (2) jika ada kegiatan yang ber-temakan integralistik dan ada pemimpin (red : kater,kasu,komandan,sersan) sebaiknya dari jurusan jangan diberitahu dan jangan diDOKTRIN, kenapa?agar para peserta dapat ber-improvisasi sesuai kemampuan. (3) BEM FTI sering mengadakan Open Talk atau acara-acara lain yang memunyai tujuan menyatukan FTI. FTI BERSATU, ITS MAJU!!