Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Senin, 13 Mei 2013

Siapa diriku? Namaku Okky Agassy Firmansyah


Nama : Okky Agassy Firmansyah
NRP    : 2412031047
 

Jika ditanya siapa diriku, pasti akau akan menjawab apa adanya yang kuketahui. Karena selebihnya memang kita tidak mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Yang kutahu diri ku ini adalah seseorang yang easy going, humoris dengan tingkat tinggi jadi mampu menemukan humor di setiap saat. Saat proses adaptasi dengan lingkungan baru, aku menjadi lebih mudah karena sifat ku yang suple, mudah bergaul dan sosialisasi dengan orang-orang baru. Ceria adalah bawaan ku. Kalau soal akademik, bisa dibilang aku ini rajin-rajin saja, maksudnya bisa mengerjakan ulangan misalnya kalau malem harinya dipaksa rajin untuk belajar. Kalau soal berteman, pastinya setia adalah komitmen yang secara tak langsung terucap. Satu hal yang telah kutemukan didiriku saat ini, yaitu passion. Bukan olahraga ataupun jurnalistik, tetapi lebih ke orientasi organisasi, bermasyarakat, dan mengatur orang. Nama lengkap ku adalah okky agassy firmansyah, kelahiran tahun 1993. Tepatnya di kota nganjuk pada tanggal 11 juni 1993. Dari tiga bersaudara aku adalah anak yang pertama. Dan masih mempunyai dua adik lagi. Dengan dasar dari orang tua yang minim akan pengalaman pendidikan, aku disekolahkan pada sekolah yang bisa di bilang paling baik pada waktu itu dengan harapan agar aku tidak sama seperti kedua orang tua ku yang minim pendidikan. Bermula dari SDN Mangundikaran 1 nganjuk aku mengenyam pendidikan. Di sekolah ini oleh guru-guru mulai dikenalkan dengan kegiatan pengembangan diri, seperti petugas upacara dan pramuka. Nah, pada saat itu aku tertarik untuk mengikuti keduanya. Alhamdulilah aku bisa mengikuti kedua hal tersebut, dan juga aku ikut kegiatan senam sekolah, yaitu merupakan tim senam yang akan di kirimkan untuk perlombaan senam di kabupaten nganjuk. Saat itu diadakan pesta siaga, dimana ada kemah untuk pramuka tingkat siaga seluruh sekolah di kabupaten nganjuk. Pastinya aku sangat berminat untuk iktu, tapi apa daya oleh guru pembina tidak diikutkan. Nah, pada saat SMP, aku berminat untuk melanjutkan kegiatan pramuka ini, dengan alasan tak lebih dari sekadar mencari ilmu. Pada perjalanannya, karena aku sering ikut kegiatan dan aktif di pramuka akhirnya oleh kakak kelas di tunjuk untuk menjadi calon wakil ketua osis yang baru. Memang pada saat itu akan ada re-organisasi kepengurusan juga. Sejak saat itu aku menemukan passion baru, yaitu dalam dunia organisasi. Karena terlalu bersemangat dengan organisasi, pada saat itu juga aku langsung masuk pada 3 organisasi yang berbeda. Sungguh sangat tidak bijaksana tentunya. Dan entah kenapa di ketiganya itu diberi tanggung jawab yang tidak gampang juga. Di Pramuka diberi tanggung jawab sebagai staff kopassuska, di osis diberi tanggung jawab sebagai koordinator departemen kebangsaan dan bernegara, sedangkan di majlis ta’lim diberi tanggung jawab sebagai wakil ketua. Kalau diingat sekarang, hal itu akan membuat tertawa. Bagaimana tidak, masak satu orang bisa mendapat 3 hal yang bisa dibilang penting dalam organisasi itu. Kesibukanpun mulai merayap, baik itu untuk mencari acc dari pembina maupun berkumpul untuk membahas kegiatan, tapi yang paling sering adalah persiapan untuk kemah dan lomba. Karena hal itu, aku sering pulang sore dan dimarahi oleh orang tua. Tapi ya mau gimana lagi orang sudah terlanjur suka akan suatu hal ya dijalani saja apapun resikonya. Setelah masa  selesai lanjut ke organisasi masa SMA.  Disini karena aku sudah merasa capek dengan organisasi lapangan, dan karena kurang didukung juga oleh orang tua, maka aku ingin mencoba di organisasi ruangan, yaitu KIR. Akronimya yaitu kelompok ilmiah remaja, tapi disini aku tak menemukan apa-apa yang bermanfaat, tak lebih dari sebuah organisasi formalitas yang tak didukung denga peraturan disiplin, pendidikan yang jelas dan terkonsep, tak ada pressing, dan bebas. Nah, karena itu kubuat keputusan yaitu keluar dari ekstra KIR tadi. Berhubung saat itu telah diwajibkan untuk menjadi petugas upacara 17 Agustus 2009, akhirnya aku memutuskan untuk ikut ekstra paski. Awalnya hanya sebatas keterpaksaan aku ikut, karena pressing yang berat. Baik dari segi fisik, waktu, kegiatan, maupun mental yang sering dibentaki oleh senior. Tapi pada akhirnya aku bisa survive di ekstra ini. Disini, menurutku aku beru menemukan manajemen organisasi yang lebih baik dari pada SMP. Di tahun pertama hanya sebagai anggota biasa, yang masih dalam tahap pendidikan. Di tahun kedua yaitu tahap pengabdian ini mulai bekerja keras kembali sebagai pengurus inti organisasi. Aku dipercaya sebagai koordinator departemen kegiatan dan operasional, yaitu departemen yang mengurusi tentang seluruh kegiatan paski baru, istilahnya jika di ITS ini adalah Departemen PSDM. Mengatur kegiatan itu ternyata sulit, apalagi mengenai jadwal dan tujuan kegiatan, belum lagi jika elemen pendidiknya juga molor. Disini aku mulai banyak belajar dari senior-senior juga yang notabene sudah mempunyai pengalaman lebih. Pada saat itu juga bertepatan dengan diadakannya latihan gabungan paskibra sekolah se-Kabupaten Nganjuk, dan aku terpilih sebagai ketua untuk periode berikutnya, yang akan melaksanakan latihan gabungan tahun depan. Secara tidak langsung disini aku juga belajar mengatur orang lebih dari 900 orang yang tergabung dalam kegiatan latihan gabungan tadi. Entah ini kebetulan atau tidak, selang satu bulan berikutnya aku diberi amanah oleh senior untuk maju sebagai calon ketua osis periode 2011-2012. Tapi aku kurang “sreg” karena manajemen dan kepengurusan osis yang terlalu “gemuk” dan banyak yang “gabut”, dengan berat hati aku katakan pada teman-teman dan kakak-kakak senior ku bahawa aku tidak ingin untuk menerima amanah ini, lebih baik konsentrasi pada satu organisasi dan membuatnya berkembang lebih baik. Tentunya passion ku yang “kesengsem” sama organisasi ini tak akan berhenti sampai di SMA, dan di ITS akan ku kembangkan lagi, khususnya di HMTF-ITS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar