Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Senin, 13 Mei 2013

Peranku Di kepanitiaan


Nama : Okky Agassy Firmansyah
NRP  :  2412031047
Kepanitiaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah organisasi dan sebuah jalannya acara. Baik itu adalah acara besar maupun acara kecil seperti lomba-lomba 17 Agustus. Untuk kepanitiaan bagiku sudah tak asing lagi. Dari mualai acara lomba 17 Agustus sampai lomba tingkat karesidenan.untuk di desa, kepanitiaan ini dibentuk dengan asas kekeluargaan, jadi istilahnya membuat acara bareng-bareng untuk ngeramaikan 17-an se-iklhasnya saja. Untuk rapat penentuan acara tak muluk-muluk, cukup satu kali pertemuan, rundown acara langsung jadi. Pengalaman menjadi kepanitiaan setelah itu tentunya terlaksana pada saat menjadi pengurus osis SMP. Osis atau organisasi Siswa Intra Sekolah, ya jadi ini satu-satunya organisasi yang menghandel semua kegiatan di sekolah. Baik itu acara hari-hari besar maupun internal sekolah sendiri. Seperti misalnya HUT 17 Agustus di sekolah. Hal ini merupakan kerepotan tersendiri bagi panitia, berbeda seperti acara 17 Agustus di desa. Walaupun banyak orang di osis, tapi pasti kita tahu yang mana bisa di sebut aktif dan mana yang bisa kita sebut “gabuters”, maka dari itu tugas menjadi terasa berat karena dijalankan hanya dengan beberapa orang. Pernah juga saat memperingati hari raya Idul Adha, dimana malam harinya terdapat takbir serta pembagian jaga malam. Nah, disitu terdapat banyak sekali panitia yang datang, kira-kira berjumlah 6-7 orang. Padahal yang terdata lebih dari 40 orang. Mau bagaimana lagi jika ini terjadi, jadi yang bisa dilakukan ialah menggerakkan orang-orang yang masih sadar ini agar kepanitiaan dan acara berlangsung sukses. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ku rasa itu peribahasa yang cocok untuk saat organisasi SMP. Jika osis kinerjanya seperti itu, maka pramuka saat itu juga begitu, karena orang-orang penggeraknya adalah sama. Ada aku dan beberapa teman ku yang peduli dan mersa tergerak. Final acara pada saat itu adalah kemah besar di gunung wilis yang pesertanya adalah kelas 1. Pada saat itu kurasa merupakan puncak emosi dimana sudah cukup tak tertolerir lagi ke-gabutan teman-teman ku. Hanya karena yang peduli beberapa saja, tak sampai 10 orang. Sampai-sampai terjadi tragedi, yaitu ada seorang peserta yang terpeleset dari gunung dan patah kaki. Sejak saat itu teman-teman agaknya mulai tersadar akan kerja, tapi ada daya orang kegiatan sudah usai. Sama seperti saat SMA, kebanyakan kepanitiaan yang ikuti adalah panitia diklat-diklat paski untuk junior member. Seperti panitia diklat pakaian dinas lapangan, diklat topi dan diklat bedge. Tetapi ada satu event besar yang pernah kutangani sebagai ketua pelaksana disini. Adalah Lomba Baris Berbaris yang diberi nama Patriot, yaitu event PBB paskibra sekolah se-karisidenan Kediri. Ini merupakan pertama kalinya event ini dilaksanakan oleh ektra ku, karena sudah 5 tahun terbengkalai hanya planning saja. Nah, pada tahun ini saya maju untuk berkomitmen menjalankan patriot ini. Susah? Sangat!. Karena merupakan event dengan skala besar bagi permulaan bagi ku, apalagi dengan pasukan SDM yang juga sama-sama nol akan event organize .
Akhirnya bermula dengan mencari info pada kakak-kakak alumni ku mulai even ini. Banyak hal baru yang ternyata sangat awam bagi ku dan tim ku. Seperti timeline, proposal induk, proposal sponsorship, bagaimana koneksi dengan orang luar, dan bagaimana publikasi yang baik dan mendatangkan penonton yang banyak. Dengan persiapan hanya dua bulan, ternyata cukup menguras pikiran untuk kegiatan seperti ini. Memang seharusnya kegiatan seperti ini prepare nya harus lebih lama, misalnya 6 bulan sebelumnya. Kesulitan yang pernah kutemui ialah soal sponsorship. Saat dana yang akan kita keluarkan banyak, misal mencapai 5 juta dan tidak ada sponsor yang mau untuk dealing,maka itulah dimana semua panitia harus memutar otak. Dengan segenap keterbatasan yang dimiliki, alhamdulilah acara pun terlaksana juga dengan lancar, tapi tentunya banyak hal yang harus dikoreksi karena ini even pertama dan berkelanjutan di tahun berikutnya. Masuk pada kuliah, dengan sebutan “maba” satu angkatan 2012 mengadakan acara pertama, yaitu TW 105, pada waktu ini aku menjadi sie perlengkapan. Yah walaupun sebagai panitia bayangan.entah kenapa, mungkin belum terbentuk kekeluargaan, jadi ya yang kerja masih beberapa orang. Hal ini terlihat saat prepare pembuatan gapura. Ada Cuma sekitar 20 orang yang masih rela untuk mengerjakan hapura didepan asrama mahasiswa ITS sampai jam 2an, dan akhirnya digotong ke TF jam 3an. EPW yang merupakan proker terbesar HMTF pastinya membutuhkan banyak pasukandi organisirnya. Dan pasti angkatan 2012 juga ikut turun tangan pada waktu ini. Untuk kemarin aku diberi amanah untuk menjadi koordinator sub acara EPW bagian inspiration tree. Dengan keterbatasan waktu yang cuma tinggal 3 hari, dana yang hanya Rp.500.000,- , dan mencari tukang kayu yang mau membuat inspiration tree itu susah, maka ku buat keputusan yaitu dengan membuat sendiri. Karena anggota sie ini ada 2 orang cowok dan 3 orang cewek, jadi terpaksa yang bisa bekerja hingga larut malam ialah 2 cowok, aku dan qomar. Tapi disinilah peran angkatan kelihatan, banyak teman yang mau menemani dan membantu pada prosesnya. Sedangkan di EPC rayon secara tidak langsung aku menjadi koordinator bagian nganjuk, bukan rayon, karena Nganjuk dan kediri digabung. Saat TW 106 lagi-lagi aku jadi anggota sie perlengkapan, karena memang pada saat ini di prioritaskan teman-teman yang belum aktif untuk menjadi koordinator-koordinatornya. Sebenarnya aku bagian sie dana, tapi oleh qomar sebagai ketua pelaksana diminta untuk masuk ke perlengkapan dan mem-backup koordinator sie perlengkapan.

1 komentar: