Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Kamis, 29 Agustus 2013

Terwujudnya INFANTERI (Inisiatif, Profesional, Kedewasaan, Berpikir, Team work, Komitmen) HMTF yang Berintegeritas dan Berkarakter



Terwujudnya INFANTERI Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika yang berintegeritas dan berkarakter merupakan tema dari latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika FTI ITS. Singkatan dari Inisiatif, Profesional, Kedewasaan, Berpikir, Team work, Komitmen. Dari tema ini dapat kita bahas satu per satu mengenai definisinya. Inisiatif merupakan sifat tanggap dalam mengambil tindakan untuk mengatasi suatu keadaan. Tentunya hal ini sering dilakukan oleh banyak orang saat sedang terdesak keadaan. Misalnya dalam masalah kepanitiaan, disitu telah mengalamai kemoloran jadwal acara hingga satu jam. Pastinya tindakan inisiatif itu mutlak dilakukan disini, baik itu dengan mengubah rundown acara maupun memotong satu acara. Profesional memiliki definisi yaitu melakukan tugas atau jobdesk sesuai dengan aturan main. Keprofesionalan sangatlah diperlukan dalam menjalankan tugas. Karena berhubungan dengan kinerja seseorang dan hasil apakah yang akan tercapai. Misal jika seseorang tidak profesional dalam melakukan pekerjaan, pasti akan buruk hasil yang akan didapatkan. Dalam contoh kecil yaitu organisasi di kampus maupun di sekolah-sekolah. Biasanya terdapat seseorang yang mempunyai hubungan “khusus” dalam organisasi tersebut, sementara itu dia mempunyai peran vital pada organisasi tersebut. Hal yang terjadi biasanya adalah sikap ketidak-profesional-an yang muncul. Mungkin bisa karena ada janji dengan “seseorang” tadi yang akhirnya mengorbankan rapat koordinasi acara yang padahal acara tinggal beberapa hari, bisa juga saat menjalankan kepanitiaan dia hanya ingin satu departemen dengan seseorangnya dan akibatnya pada pelaksanaan kegiatan yang ada bukanlah menjadi panitia, tetapi pacaran. Hal – hal seperti itulah yang sering terjadi dalam sebuah organisasi. Maka dari sini sikap profesionalisme dalam bekerja sangatlah diperlukan karena menentukan hasil apakah yang akan dicapai pada akhirnya.
Kedewasaan mempunyai definisi akan sifat yang lebih bijaksana dan tenang dalam menghadapi segala hal. Dalam kepanitiaan kedewasaan seharusnya dimiliki oleh semua elemen panitia khususnya ketua panitia agar bijaksana menentukan jalannya acara. Pastinya banyak problem yang muncul pada saat kita menyusun acara, baik itu dalam hal prepare acara, hari H, maupun pasca acara. Masalah krusial sering terjadi pada sisi dana, misal disini adalah tentang kerja sama antara perusahaan dan panitia. Kesulitannya adalah mendapatkan sponsor dengan dealing mereka mau memberi dana yang besar kepada pihak panitia. Kebanyakan pihak sponsor lebih prefer untuk memberi barang dan uang sedikit, dan menuntut untuk memasang logo sponsor yang banyak pada event tersebut. Nah, disini peran kebijaksanaan ketua panitia beserta semua panitia untuk memilah mana sponsor yang akan digunakan. Berpikir, adalah sebuah tindakan dimana kita mempertimbangkan banyak aspek guna menyimpulkan sebuah keputusan. Dari segi efektifitas, berpikir secara bersama-sama atau yang sering disebut dengan rapat atau musyawarah adalah tindakan yang solutif untuk menentukan pilihan daripada berpikir sendiri. Tapi hal ini juga tidak menuntup kemungkinan bahwa berpikir sendiri adalah tindakan yang kurang bagus. Kedua hal ini juga dilakukan karena mempertimbangkan beberapa aspek, misal waktu. Jika selang waktu rapat dengan hari H acara masih lama, maka sebaiknya dilakukannya rapat bersama sehingga mendapat hasil yang mufakat dan baik. Tapi jika misal sudah hari H, dan terdapat salah satu hal yang tidak bisa terlaksana dengan sebagaimana asalnya, maka langsung saja tak usah merapatkannya dulu dengan seluruh elemen panitia. Team work atau kerja tim adalah hal yang tidak bisa dihindari dari suatu kepanitiaan. Karena suatu acara pasti menggunakan panitia dengan jumlah yang tak hanya satu atau dua orang. Disitu juga akan terbagi menjadi beberpa sie, seperti sie acara, perlengkapan, dana dan lain-lain. Dalam sie itupun juga tergabung beberapa orang anggotanya. Untuk kinerja panitia, team work adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Jika tidak, maka kepanitiaan tidak akan berjalan dengan baik. Misal dalam sie acara terdapat pembagian kerja sebanyak lima bagian dengan satu acara dihendel oleh satu orang, tapi pada kenyataannya hanya dua orang yang bekerja dengan aktif, akhirnya pun dua orang tadi pontang–panting kesana kemari guna mengatur acara. Maka dari itu kerja tim sangatlah dibutuhkan. Satu lagi ialah komitmen. Hal ini merupakan aspek tersulit yang mungkin dalam perjalannya membutuhkan guide tersendiri. Banyak orang berkomitmen tinggi tetapi sulit untuk menjaganya. Oleh karena itu komitmen sederhana, dan pembuktian nyata lebih bernilai dari pada komitmen tinggi didepan dan tak ada bukti dibelakang.

Rabu, 17 Juli 2013

D3 Metrologi dan Instrumentasi ITS

tentun pada bertanya tanya apa sih jurusan ini? belajar tentang apa? dan keluarannya akan jadi apa?
hmm..pasti itu hal yang pertama kali terpikirkan dibenak kita saat membaca nama jurusan diatas. Satu hal yang perlu di ingat. METROLOGI bukan METEOROLOGI dan bukan juga METALURGI. Sering banget yang keliru tentang mengartikan nama dari jurusan ini, semoga setelah ini tidak keliru :) . METEOROLOGI adalah disiplin ilmu yang membahas tentang keadaan cuaca, iklim dan keterkaitan mengenai alam, kalau METALURGI adalah disiplin ilmu yang memperlajari tentang keterkaitan dengan material atau bahan, sedangkan METROLOGI adalah disiplin ilmu yang membahas tentang pengukuran, baik itu pengukuran massa atau pun yang lain.

berikut ini penjelasan dari website ITS : http://www.ep.its.ac.id/index.php/program-studi/d3-metrologi-dan-instrumentasi

"Program ini dibuka sejak 2011 sebagai upaya untuk memberikan kemampuan lebih bagi lulusan program DIII. Program ini merupakan program pendidikan diploma 3 bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA/SMU) atau yang sederajat untuk dididik menjadi tenaga terampil bidang metrologi dan instrumentasi. Daya tampung Program D-III sekitar 70 orang mahasiswa. Lulusan dari program ini akan memperoleh gelar Ahli Madya (AMd)."












Diatas adalah mata kuliah yang akan dipelajari, ditekuni dan tentunya di sayangi jika kita masuk ke jurusan ini. kalau dilihat dari kurikulum diatas, jurusan ini bisa disebut "multitasking", karena disini kita akan belajar berbagai macam mata kuliah. Dari TIK, jaringan, software, hardware, programming, elektronika industri, teknik otomasi, statistik, mikroprosesor dan interfacing,  instrumentasi akustik dan vibrasi dan masih banyak lagi. 

kalau berbicara tentang prospek kerja, dikatakan alumnus jurusan D3 metrologi dan instrumentasi ini dapat bekerja di Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan dapat juga bekerja di lingkungan Industri. 

so tunggu apalagi? dan jurusan ini hanya terdapat 4 cabang (eh) , di ITS, ITB, UGM dan USU. kurang menarik apalagi coba ?
we wait you... :)

profesionalisme atau emosi di organisasi

profesionalisme di pekerjaan (khususnya) sangat diperlukan guna terciptanya atmosfir kerja yang sehat, sehingga program kerja dapat terlaksana dengan baik. misalnya penerapan saat di dunia kerja adalah profesionalisme antara suami istri dalam satu kantor atau suami dengan istri yang mempunyai partner kerja laki-laki.

disini, mulai dari aspek terkecil setidaknya kita sudah dikenalkan dengan faktor "profesionalisme" ini. penulis yakin di setiap sekolah dari SMP dan SMA mempunyai kegiatan ekstra atau intra kurikuler yang memadai baik dari aspek menjalankannya atau aspek keaktifan (mencoba menyamakan persepsi).

tapi hingga saat ini penulis kerap kali masih menemui sifat kurang profesionalisme di kalangan organisasi organisasi, bahkan pada suatu organisasi mahasiswa yang notabene sebagai kaum penggerak bangsa. kebanyakan permasalahan disini dari segi "CINTA" yang sedang menghinggapi beberapa orang. dari cinta itu muncul sifat TIDAK TEGA dalam melihat orang yang dikasihinya bekerja terlalu keras, dan akhirnya terjadilah kesenjangan dalam pembagian jobdesk suatu kegiatan..banyak sudah hal seperti itu terjadi, atau dengan adanya masalah pribadi, salah satunya nggak mau bertemu nggak mau kumpul rapat karena adanya orang yang sedang ia marahi sekarang..sungguh perilaku yang merusak suatu organisasi.

sebenarnya hal seperti itu wajar, karena kita sudah dewasa sekarang, sudah  mulai mengerti rasa akan lawan jenis. Tapi ya tidak seterusnya demikian. Ada kalanya kita harus mengendalikan Emosi akan HATI dan CINTA dalam kegiatan. jika tidak maka yang paling banyak akan merugi yaitu organisasi itu sendiri. Dengan ancaman Gagalnya suatu kepengurusan, Gagalnya suatu Acara , dan lain-lain..

oke guys, maka belajarlah untuk mengerti akan Emosi dan Profesi :)

Rabu, 26 Juni 2013

Jam yang diam

ini yang di ceritakan temannya temanku kemarin
-------

"jam dinding pun tertawa, karna aku hanya diam dan membisu"

--------

Hanya sebuah kalimat yang cukup berarti bagi diri ini, saat sebuah kata "cinta" itu mulai ada dalam hati, dan sulit untuk membendungnya. tapi apa daya saat kita tak bisa untuk mengucapnya. bukan karena takut atau apa, tetapi karena berbagai pertimbangan alasan  yang ada. alasan yang paling berat adalah terletak pada restu ibu. beberapa bulan lalu ibu berkata "nak, jangan pacaran dulu" . bagaimana tidak berat unutk menjalani amanah itu, saat usia kita beranjak dewasa dan kita sudah mulai mengenal lawan jenis, untuk kesekian kalinya aku "jatuh hati". maaf untukmu "seseorang", kali ini aku tak bisa mengatakan padamu bahwa aku ada perasaan, mungkin 3 tahun atau 4 tahun lagi aku akan mengatakannya :)
terima kasih

------

Kamis, 06 Juni 2013

Pandangan pertama untuk FTI ITS


Apakah Integralistik FTI Hanya Mimpi?
Integralistik FTI, mungkin memang merupakan hal yang dari dulu telah dicita-citakan dalam benak para pengurus BEM FTI khususnya, dan warga FTI umumnya. Pada pandangan umum mahasiswa ITS, FTI attau Fakultas Teknologi Industri yang notabene juga salah satu fakultas tertua di ITS, mempunyai jurusan-jurusan  dengan tingkat arogansi tertinggi diantara fakultas-fakultas lainnya. Entah itu  karena untuk menomor 1 kan jurusan ataupun adat istiadat yang telah diwariskan oleh senior-senior di jurusan. Yang jelas, di peraturan ITS tidak terdapat pasal yang berbunyi “masing-masing jurusan hendaknya memunyai arogansi dan idealisme berlebih sehingga Nampak jurusan mana yang nomor 1”.
Banyak hal yang dapat diambil sebagai sempel, misalnya saat wisuda 105. Arak-arakan dari graha sepuluh nopember ke jurusan dengan mengendarai motor ber-knalpot besar dan menantang. Iya memang tujuannya baik, yaitu menyambut suka cita kakak-kakak senior yang telah sukses wisuda. Tetapi ditengah suka cita tersebut terdapat hal yang miris, “Tawuran antar jurusan ketika arak-arakan berlangsung yang dikarenakan MACET di PERTIGAAN”. Mungkin ini bagi senior-senior sudah biasa, tetapi jika dinalar secara logis hal itu tidak ada manfaat dan esensi yang dapat kita ambil. Contoh kedua yaitu LKMM Pra-TD FTI-ITS. Dengan konsep integralistik dan peraturan-peraturan yang menekankan untuk meniggalkan atribut jurusan  LKMM dijalankan. Tapi apa? Peraturan layaknya sebuah dongeng yang lumayan panjang dan kemarin diceritakan sekarang sudah tidak mebekas. Pada kenyataanya banyak hal yang terjadi, misal pemilihan KOMANDAN dan SERSAN. Penulis sendiri tidak tahu mana yang memang IKHLAS untuk memimpin atau HANYA TUNDUK PADA SENIOR. Selanjutnya tentang pakaian, bukankah sudah JELAS peraturan tentang pakaian?tetapi kenapa masih ada jurusan yang menonjolkan arogansinya dengan memakai dasi yang berbeda??. Terlebih lagi saat upacara penutupan, bukankah Zona Integralistik harus bebas dengan kumpulnya 1 jurusan ya?kenyataanya ada jurusan yang membuat berisan dengan pasukan yang isinya satu jurusan, dan parahnya para fasil dan pemandu hanya diam.

Memang hendaknya bukan hanya sekadar mimpi ataupun sebuah konsep kegiatan,PERCUMA jika tidak dilakukan dan tidak ada respect yang baik dari jurusan-jurusan di FTI. BISA, PASTI BISA integralistik FTI diwujudkan,tentunya dengan pembenahan sistem dalam jurusan maupun BEM FTI sebagai pemimpin. Mungkin beberapa saran ini semoga dapat tercapainya integralistik di FTI. (1) Salinglah respect tehadapa sesama jurusan, baik dalam hal akademik, non akademik. (2) jika ada kegiatan yang ber-temakan integralistik dan ada pemimpin (red : kater,kasu,komandan,sersan) sebaiknya dari jurusan jangan diberitahu dan jangan diDOKTRIN, kenapa?agar para peserta dapat ber-improvisasi sesuai kemampuan. (3) BEM FTI sering mengadakan Open Talk atau acara-acara lain yang memunyai tujuan menyatukan FTI. FTI BERSATU, ITS MAJU!!

Senin, 13 Mei 2013

Siapa diriku? Namaku Okky Agassy Firmansyah


Nama : Okky Agassy Firmansyah
NRP    : 2412031047
 

Jika ditanya siapa diriku, pasti akau akan menjawab apa adanya yang kuketahui. Karena selebihnya memang kita tidak mengetahui siapa diri kita sebenarnya. Yang kutahu diri ku ini adalah seseorang yang easy going, humoris dengan tingkat tinggi jadi mampu menemukan humor di setiap saat. Saat proses adaptasi dengan lingkungan baru, aku menjadi lebih mudah karena sifat ku yang suple, mudah bergaul dan sosialisasi dengan orang-orang baru. Ceria adalah bawaan ku. Kalau soal akademik, bisa dibilang aku ini rajin-rajin saja, maksudnya bisa mengerjakan ulangan misalnya kalau malem harinya dipaksa rajin untuk belajar. Kalau soal berteman, pastinya setia adalah komitmen yang secara tak langsung terucap. Satu hal yang telah kutemukan didiriku saat ini, yaitu passion. Bukan olahraga ataupun jurnalistik, tetapi lebih ke orientasi organisasi, bermasyarakat, dan mengatur orang. Nama lengkap ku adalah okky agassy firmansyah, kelahiran tahun 1993. Tepatnya di kota nganjuk pada tanggal 11 juni 1993. Dari tiga bersaudara aku adalah anak yang pertama. Dan masih mempunyai dua adik lagi. Dengan dasar dari orang tua yang minim akan pengalaman pendidikan, aku disekolahkan pada sekolah yang bisa di bilang paling baik pada waktu itu dengan harapan agar aku tidak sama seperti kedua orang tua ku yang minim pendidikan. Bermula dari SDN Mangundikaran 1 nganjuk aku mengenyam pendidikan. Di sekolah ini oleh guru-guru mulai dikenalkan dengan kegiatan pengembangan diri, seperti petugas upacara dan pramuka. Nah, pada saat itu aku tertarik untuk mengikuti keduanya. Alhamdulilah aku bisa mengikuti kedua hal tersebut, dan juga aku ikut kegiatan senam sekolah, yaitu merupakan tim senam yang akan di kirimkan untuk perlombaan senam di kabupaten nganjuk. Saat itu diadakan pesta siaga, dimana ada kemah untuk pramuka tingkat siaga seluruh sekolah di kabupaten nganjuk. Pastinya aku sangat berminat untuk iktu, tapi apa daya oleh guru pembina tidak diikutkan. Nah, pada saat SMP, aku berminat untuk melanjutkan kegiatan pramuka ini, dengan alasan tak lebih dari sekadar mencari ilmu. Pada perjalanannya, karena aku sering ikut kegiatan dan aktif di pramuka akhirnya oleh kakak kelas di tunjuk untuk menjadi calon wakil ketua osis yang baru. Memang pada saat itu akan ada re-organisasi kepengurusan juga. Sejak saat itu aku menemukan passion baru, yaitu dalam dunia organisasi. Karena terlalu bersemangat dengan organisasi, pada saat itu juga aku langsung masuk pada 3 organisasi yang berbeda. Sungguh sangat tidak bijaksana tentunya. Dan entah kenapa di ketiganya itu diberi tanggung jawab yang tidak gampang juga. Di Pramuka diberi tanggung jawab sebagai staff kopassuska, di osis diberi tanggung jawab sebagai koordinator departemen kebangsaan dan bernegara, sedangkan di majlis ta’lim diberi tanggung jawab sebagai wakil ketua. Kalau diingat sekarang, hal itu akan membuat tertawa. Bagaimana tidak, masak satu orang bisa mendapat 3 hal yang bisa dibilang penting dalam organisasi itu. Kesibukanpun mulai merayap, baik itu untuk mencari acc dari pembina maupun berkumpul untuk membahas kegiatan, tapi yang paling sering adalah persiapan untuk kemah dan lomba. Karena hal itu, aku sering pulang sore dan dimarahi oleh orang tua. Tapi ya mau gimana lagi orang sudah terlanjur suka akan suatu hal ya dijalani saja apapun resikonya. Setelah masa  selesai lanjut ke organisasi masa SMA.  Disini karena aku sudah merasa capek dengan organisasi lapangan, dan karena kurang didukung juga oleh orang tua, maka aku ingin mencoba di organisasi ruangan, yaitu KIR. Akronimya yaitu kelompok ilmiah remaja, tapi disini aku tak menemukan apa-apa yang bermanfaat, tak lebih dari sebuah organisasi formalitas yang tak didukung denga peraturan disiplin, pendidikan yang jelas dan terkonsep, tak ada pressing, dan bebas. Nah, karena itu kubuat keputusan yaitu keluar dari ekstra KIR tadi. Berhubung saat itu telah diwajibkan untuk menjadi petugas upacara 17 Agustus 2009, akhirnya aku memutuskan untuk ikut ekstra paski. Awalnya hanya sebatas keterpaksaan aku ikut, karena pressing yang berat. Baik dari segi fisik, waktu, kegiatan, maupun mental yang sering dibentaki oleh senior. Tapi pada akhirnya aku bisa survive di ekstra ini. Disini, menurutku aku beru menemukan manajemen organisasi yang lebih baik dari pada SMP. Di tahun pertama hanya sebagai anggota biasa, yang masih dalam tahap pendidikan. Di tahun kedua yaitu tahap pengabdian ini mulai bekerja keras kembali sebagai pengurus inti organisasi. Aku dipercaya sebagai koordinator departemen kegiatan dan operasional, yaitu departemen yang mengurusi tentang seluruh kegiatan paski baru, istilahnya jika di ITS ini adalah Departemen PSDM. Mengatur kegiatan itu ternyata sulit, apalagi mengenai jadwal dan tujuan kegiatan, belum lagi jika elemen pendidiknya juga molor. Disini aku mulai banyak belajar dari senior-senior juga yang notabene sudah mempunyai pengalaman lebih. Pada saat itu juga bertepatan dengan diadakannya latihan gabungan paskibra sekolah se-Kabupaten Nganjuk, dan aku terpilih sebagai ketua untuk periode berikutnya, yang akan melaksanakan latihan gabungan tahun depan. Secara tidak langsung disini aku juga belajar mengatur orang lebih dari 900 orang yang tergabung dalam kegiatan latihan gabungan tadi. Entah ini kebetulan atau tidak, selang satu bulan berikutnya aku diberi amanah oleh senior untuk maju sebagai calon ketua osis periode 2011-2012. Tapi aku kurang “sreg” karena manajemen dan kepengurusan osis yang terlalu “gemuk” dan banyak yang “gabut”, dengan berat hati aku katakan pada teman-teman dan kakak-kakak senior ku bahawa aku tidak ingin untuk menerima amanah ini, lebih baik konsentrasi pada satu organisasi dan membuatnya berkembang lebih baik. Tentunya passion ku yang “kesengsem” sama organisasi ini tak akan berhenti sampai di SMA, dan di ITS akan ku kembangkan lagi, khususnya di HMTF-ITS.

Peranku Di kepanitiaan


Nama : Okky Agassy Firmansyah
NRP  :  2412031047
Kepanitiaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah organisasi dan sebuah jalannya acara. Baik itu adalah acara besar maupun acara kecil seperti lomba-lomba 17 Agustus. Untuk kepanitiaan bagiku sudah tak asing lagi. Dari mualai acara lomba 17 Agustus sampai lomba tingkat karesidenan.untuk di desa, kepanitiaan ini dibentuk dengan asas kekeluargaan, jadi istilahnya membuat acara bareng-bareng untuk ngeramaikan 17-an se-iklhasnya saja. Untuk rapat penentuan acara tak muluk-muluk, cukup satu kali pertemuan, rundown acara langsung jadi. Pengalaman menjadi kepanitiaan setelah itu tentunya terlaksana pada saat menjadi pengurus osis SMP. Osis atau organisasi Siswa Intra Sekolah, ya jadi ini satu-satunya organisasi yang menghandel semua kegiatan di sekolah. Baik itu acara hari-hari besar maupun internal sekolah sendiri. Seperti misalnya HUT 17 Agustus di sekolah. Hal ini merupakan kerepotan tersendiri bagi panitia, berbeda seperti acara 17 Agustus di desa. Walaupun banyak orang di osis, tapi pasti kita tahu yang mana bisa di sebut aktif dan mana yang bisa kita sebut “gabuters”, maka dari itu tugas menjadi terasa berat karena dijalankan hanya dengan beberapa orang. Pernah juga saat memperingati hari raya Idul Adha, dimana malam harinya terdapat takbir serta pembagian jaga malam. Nah, disitu terdapat banyak sekali panitia yang datang, kira-kira berjumlah 6-7 orang. Padahal yang terdata lebih dari 40 orang. Mau bagaimana lagi jika ini terjadi, jadi yang bisa dilakukan ialah menggerakkan orang-orang yang masih sadar ini agar kepanitiaan dan acara berlangsung sukses. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ku rasa itu peribahasa yang cocok untuk saat organisasi SMP. Jika osis kinerjanya seperti itu, maka pramuka saat itu juga begitu, karena orang-orang penggeraknya adalah sama. Ada aku dan beberapa teman ku yang peduli dan mersa tergerak. Final acara pada saat itu adalah kemah besar di gunung wilis yang pesertanya adalah kelas 1. Pada saat itu kurasa merupakan puncak emosi dimana sudah cukup tak tertolerir lagi ke-gabutan teman-teman ku. Hanya karena yang peduli beberapa saja, tak sampai 10 orang. Sampai-sampai terjadi tragedi, yaitu ada seorang peserta yang terpeleset dari gunung dan patah kaki. Sejak saat itu teman-teman agaknya mulai tersadar akan kerja, tapi ada daya orang kegiatan sudah usai. Sama seperti saat SMA, kebanyakan kepanitiaan yang ikuti adalah panitia diklat-diklat paski untuk junior member. Seperti panitia diklat pakaian dinas lapangan, diklat topi dan diklat bedge. Tetapi ada satu event besar yang pernah kutangani sebagai ketua pelaksana disini. Adalah Lomba Baris Berbaris yang diberi nama Patriot, yaitu event PBB paskibra sekolah se-karisidenan Kediri. Ini merupakan pertama kalinya event ini dilaksanakan oleh ektra ku, karena sudah 5 tahun terbengkalai hanya planning saja. Nah, pada tahun ini saya maju untuk berkomitmen menjalankan patriot ini. Susah? Sangat!. Karena merupakan event dengan skala besar bagi permulaan bagi ku, apalagi dengan pasukan SDM yang juga sama-sama nol akan event organize .
Akhirnya bermula dengan mencari info pada kakak-kakak alumni ku mulai even ini. Banyak hal baru yang ternyata sangat awam bagi ku dan tim ku. Seperti timeline, proposal induk, proposal sponsorship, bagaimana koneksi dengan orang luar, dan bagaimana publikasi yang baik dan mendatangkan penonton yang banyak. Dengan persiapan hanya dua bulan, ternyata cukup menguras pikiran untuk kegiatan seperti ini. Memang seharusnya kegiatan seperti ini prepare nya harus lebih lama, misalnya 6 bulan sebelumnya. Kesulitan yang pernah kutemui ialah soal sponsorship. Saat dana yang akan kita keluarkan banyak, misal mencapai 5 juta dan tidak ada sponsor yang mau untuk dealing,maka itulah dimana semua panitia harus memutar otak. Dengan segenap keterbatasan yang dimiliki, alhamdulilah acara pun terlaksana juga dengan lancar, tapi tentunya banyak hal yang harus dikoreksi karena ini even pertama dan berkelanjutan di tahun berikutnya. Masuk pada kuliah, dengan sebutan “maba” satu angkatan 2012 mengadakan acara pertama, yaitu TW 105, pada waktu ini aku menjadi sie perlengkapan. Yah walaupun sebagai panitia bayangan.entah kenapa, mungkin belum terbentuk kekeluargaan, jadi ya yang kerja masih beberapa orang. Hal ini terlihat saat prepare pembuatan gapura. Ada Cuma sekitar 20 orang yang masih rela untuk mengerjakan hapura didepan asrama mahasiswa ITS sampai jam 2an, dan akhirnya digotong ke TF jam 3an. EPW yang merupakan proker terbesar HMTF pastinya membutuhkan banyak pasukandi organisirnya. Dan pasti angkatan 2012 juga ikut turun tangan pada waktu ini. Untuk kemarin aku diberi amanah untuk menjadi koordinator sub acara EPW bagian inspiration tree. Dengan keterbatasan waktu yang cuma tinggal 3 hari, dana yang hanya Rp.500.000,- , dan mencari tukang kayu yang mau membuat inspiration tree itu susah, maka ku buat keputusan yaitu dengan membuat sendiri. Karena anggota sie ini ada 2 orang cowok dan 3 orang cewek, jadi terpaksa yang bisa bekerja hingga larut malam ialah 2 cowok, aku dan qomar. Tapi disinilah peran angkatan kelihatan, banyak teman yang mau menemani dan membantu pada prosesnya. Sedangkan di EPC rayon secara tidak langsung aku menjadi koordinator bagian nganjuk, bukan rayon, karena Nganjuk dan kediri digabung. Saat TW 106 lagi-lagi aku jadi anggota sie perlengkapan, karena memang pada saat ini di prioritaskan teman-teman yang belum aktif untuk menjadi koordinator-koordinatornya. Sebenarnya aku bagian sie dana, tapi oleh qomar sebagai ketua pelaksana diminta untuk masuk ke perlengkapan dan mem-backup koordinator sie perlengkapan.