Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Minggu, 16 Desember 2012

A BLEND OF ART, SCIENCE, AND CULTURE


A BLEND OF ART, SCIENCE, AND CULTURE
Tema yang diangkat untuk ITS EXPO 2012 adalah A Blend of art, science and culture yang berarti  sebuah perpaduan seni, ilmu pengetahuan dan budaya. Tema kali ini condong ke dalam kegiatan-kegiatan yang ber-unsur seni, ilmu pengetahuan, dan budaya. Seperti yang sudah diketahui, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merupakan Institut yang berbasis pada ilmu pengetahuan bidang Teknik. Terlepas dari hal itu, bidang keteknikan juga membutuhkan yang namanya seni. Karena tanpa seni, kreativitas dan pola berfikir orang teknik akan cendenrung monotone dan stagnan. Padahal orang teknik di tuntut untuk melakukan sesuatu pekerjaan, misalnya design prototype mobil irit dengan dikejar deadline dan tepatnya kegunaan produk tersebut. Maka dari itu, seni dalam teknik itu juga berpengaruh besar. Dan budaya merupakan aspek yang tidak boleh ditinggalkan dalam pembangunan negeri ini.
Suatu ungkapan dari jiwa manusia berupa suatu hasil yang memuaskan pikiran dan hati bagi orang merupakan definisi dari kata seni. Seni bisa diwujudkan dengan lukisan, musik, benda ukir, hasil karya, baik dari barang baru maupun barang bekas. Terkadang seni tersebut tidak dapat dimengerti, misalnya lukisan abstrak. Menurut para seniman, lukisan abstrak merupakan hal yang tak ternilai, tapi bagi orang awam itu hanyalah coretan-coretan yang tak berpola. Dalam persepsi orang teknik, seni terletak pada bagaimana membuat produk atau alat yang tepat guna dan tidak banyak menimbulkan dampak negatif. Seperti yang dibahas diatas, contohnya adalah  design prototype mobil irit. Design ini dibuat dengan pemilihan material yang kuat, ringan, dan tidak mengganggu jalannya mobil ini, serta bentuknya tidak seperti mobil-mobil biasanya, karena mobil ini diposisikan sebagai mobil irit. Misalnya lagi yaitu teknik arsiterktur, bukan hanya tentang ketepatan pemilihan material dan perhitungan, tetapi aspek seni juga sangat penting dalam pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh para arsitektur. Oleh karena itu, seni sangat diperlukan oleh orang teknik.
Ilmu Pengetahuan bisa diartikan sebagai dasar dalam mengembangkan sesuatu sehingga menjadi bermanfaat bagi khalayak umum. Di ITS, ilmu pengetahuan yang banyak diterapkan adalah IPA, seperti matematika, fisika, dan biologi. Ilmu- ilmu tersebut dipelajari dan diterapkan dalam bidang ke-teknikan. Misal teknik mesin, menggunakan prinsip dasar dari fisika dan matematika. Di ITS terbagi dalam 5 Fakultas, yaitu Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang mempelajari tentang bidang teknik yang berhubungan dengan dunia industri, Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan (FTSP) yang mempelajari tentang bangunan, Fakultas Teknologi Informasi (FTif) yang mempelajari tentang dunia informasi dan komputasi, Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) yang mempelajari penerapan teknologi di bidang kelautan, dan yang terakhir adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang mempelajari ilmu pasti. Science merupakan hal penting dalam pembangunan negeri dan para generasi muda yang akan memegang andil di masa mendatang.
Sedangkan budaya adalah aspek yang melekat pada suatu masyarakat. Biasanya terdapat beberapa faktor yang tidak bisa dilepaskan dari suatu masyarakat tersebut. Misalnya Indonesia. Hal yang tidak bisa dirubah di Indonesia adalah tentang sopan santun dan kebudayaan-kebudayaan cirri khas daerah. Dalam pembangunan Indonesia, sudah banyak budaya asli yang mulai ditinggalkan. Padahal budaya adalah aspek penting yang tidak boleh hilang, karena budaya merupakan identitas yang ciri dari suatu keberadaan.
Perpaduan antara seni, ilmu pengetahuan dan budaya merupakan suatu visi dimana saat kita melakukan pembangunan bangsa ini, kita menerapkan ketiga hal tersebut. Banyak dampak positifnya, salah satunya adalah tidak hilangnya identitas Bangsa Indonesia dan bertambahnya daya guna dari suatu produk tersebut. Dari mulai hal yang terkecil, di ITS ini, kita belajar membangun negeri dengan ketiga aspek tersebut. Melalui event ITS EXPO 2013 dengan tema A Blend of art, science and culture kita yang notabene sebagai pelopor perubahan bangsa akan mengawali langkah untuk bangsa.



Nama   :           Okky Agassy Firmansyah
NRP    :           2412031047



Selasa, 04 Desember 2012

NOISE BARRIER (penghalang bising)


Noise Barriers (Penghalang Bising)
Ade Setyo, Okky Agassy, M.Salman, Sucy Rukta, Dinu saadilah, Abdi Ismail,
Putri Yeni, Ester Luciane, Nur Fadilla
Laboratorium Rekayasa Akustik dan Rekayasa Bangunan
Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111






Abstract
This article is discusses about noise barrier (noise barrier) on the highway. Noise is defined as unwanted sound. The main contributor to the highway noise is heavy vehicles (trucks and buses) and light vehicles (passenger cars). One method to counteract or reduce the kebisingan in such residential areas affected by noisecaused by the activity of motor vehicle traffic is by placing a barrier around/surrounding residential are asor highway.
Keyword: noise

Abstrak
Penulisan ini merupakan literatur yang membahas tentang noise barrier (penghalang bising) pada jalan raya. Kebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki. Penyumbang utama dari kebisingan jalan raya adalah kendaraan berat (truk dan bus) dan kendaraan ringan (mobil penumpang). Salah satu metode untuk menangkal atau mengurangi tingkat kebisingann di lingkungan seperti di daerah pemukiman yang terkena bising yang ditimbulkan oleh aktivitas lalu lintas kendaraan bermotor ialah dengan cara memasang penghalang disekitar/sekeliling daerah pemukiman atau jalan raya.
Kata kunci : kebisingan      



1.Pendahuluan
Masalah kebisingan di negara-negara berkembang, terutama negara yang beriklim tropis-lembab atau hangat-lembab seperti indonesia, sering kali lebih pelik dibandingkan yang  dihadapi oleh negara maju dengan iklim dingin-kering. Di negara berkembang, dengan tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakatnya yang masih rendah, orang cenderung mengabaikan masalah kebisingan. Beberapa alasan yang mendasari sikap ini diantaranya belum adanya informasi yang jelas mengenai akibat buruk kebisingan bagi kenyamanan dan kesehatan manusia secara umum serta adanya anggapan bahwa solusi untuk mengatasi kebisingan selalu rumit dan mahal. Kekurangan informasi ini tidak hanya terjadi pada msyarakat umum,namun juga terjadi di bangku sekolah dan kuliah. Rendahnya pemahaman masyarakat disebabkan oleh minimnya informasi mengenai kebisingan yang dimuat di media massa. Permasalahan kebisingan di negara beriklim hangat-lembab juga bertambah rumit sehubungan adanya kepentingan desain bangunan yang saling berlawanan. Di satu sisi, bangunan harus lebih banyak memanfaatkan elemen terbuka seperti jendela untuk mendapatkan ventilasi alami yang baik sedangkan disisi yang lain, banyaknya elemen terbuka akan menyebabkan kebisingan yang muncul di luar bangunan lebih mudah memasuki bangunan.
2. Pengertian Noise  Barrier (Penghalang Kebisingan)
Noise Barrier (Soundwall, Tanggul suara, penghalang suara, atau penghalang akustik) adalah struktur eksterior yang dirancang untuk meredam polusi suara (bising). Noise Barrier merupakan metode yang paling efektif mengurangi jalan, kereta api, dan sumber kebisingan industri tanpa penghentian aktivitas penggunaan kontrol sumber.

3. Cara Mengetahui Tingkat    Kebisingan
Pengukuran tingkat kebisingan secara langsung harus menggunakan Sound Level Meter (SLM). Sound Level Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat intensitas suara. Sound level Meter mengukur intensitas sura dalam desibel (db).

4.Ambang Batas Kebisingan (Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no.Kep 48/MENLH/11/1996)


Peruntukan Kawasan/ Lingkungan Kegiatan
Tingkat Kebisingan
dB(A)
a.


b.
Peruntukan Kawasan
1. Perumahan dan Permukiman
2. Perdagangan dan Jasa
3. Perkantoran dan perdagangan
4. Ruangan Terbuka Hijau
5. Industri
6. Pemerintahan dan Fasilitas Umum
7. Rekreasi
8. Khusus:
- Bandar Udara
- Stasiun Kereta Api
- Pelabuhan Laut
- Cagar Budaya
Lingkungan Kegiatan
1. Rumah Sakit atau sejenisnya
2. Sekolah atau sejenisnya
3. Tempat Ibadah atau sejenisnya
55
70
65
50
70
60
70
60
-
-
70
60
55
55
55



 


















Jadi jika tingkat kebisingan melebihi di daftar tersebut, maka harus diberi NOISE BARRIER.

5. Jenis-jenis Noise Barrier
Noise Barrier yang sering digunakan terdapat 2 macam, yaitu Noise Barrier Alami dan Noise Barrier Buatan. Noise Barrier Alami adalah penghalang kebisingan yang tersusun atas tanaman-tanaman. Tanaman yang digunakan untuk penghalang kebisingan harus memilki kerimbunan dan kerapatan daun yang cukup merata guna menyerap bunyi. Sedangkan noise barrier buatan ialah penghalang bunyi yang sengaja dibuat manusia dengan bahan seperti beton, kaca, kayu, logam atau besi. Contohnya yaitu noise barrier di airport.

6. Prinsip Kerja Noise Barrier
Bunyi dalam perambtannya memiliki karakteristik sendiri. Refleksi, refraksi, absorpsi, dan transmisi merupakan karakteristik bunyi. Dari sifat tersebut, diciptakan noise barrier sebagai penghalang kebisingan mengacu pada sifat bunyi tesebut. Pada noise barrier, sifat bunyi yang diperhatikan hanya refleksi, refraksi, dan absorpsi.













Bunyi kebisingan yang dihasilkan akan merambat ke dinding noise barrier dan berdasarkan karakteristiknya, maka bunyi sebagian besar akan dipantulkan dari dinding noise barrier. Sebagian diserap oleh dinding, dan sebagian dibelokkan dari dinding noise barrier. Karena sifat bunyi yang merambat ke segala arah, maka akan terjadi daerah bayang yang merupakan area aman dari kebisingan. Tetapi noise barrier tidak sepenuhnya efektif, tergantung pada bahan yang digunakan serta letaknya.
7.Faktor yang harus diperhatikan Dalam Pemasangan Noise Barrier
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam memasang Noise Barrier, yaitu Posisi, dimensi, pemilihan material, estetika. Posisi ialah bagaimana kita meletakkan noise barrier terhadap sumber bunyi dan reciever.
Dimensi adalah ukuran dari noise barrier dan efektiviasnya dalam mereduksi bising. Sedangkan pemilihan material adalah pengendalian material mana yang baik, cocok, dan berdaya serap tinggi untuk dijadikan noise barrier. Dan estetika ialah pengamatan terhadap keindahan konstruksi dari noise barrier.
keterangan gambar : peletakan noise barrier terbaik adalah dekat dengan sumber suara, jadi recivier tidak mendengar suara bising.

8.Kesimpulan
 Pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam menanggulangi kebisingan akan sangat efektif bila dilakukan secara menyeluruh. Artinya kita tidak hanya memperhatikan elemen-elemen yang menempel atau berada pada bangunan, namun juga merancang ruang luar yang mampu menahan atau setidaknya mengurangi masuknya kebisingan dari jalan ke bangunan. Ada bebrapa langkah guna perancangan noise barrier ini,yaitu
1.  Menciptakan jarak sejauh mungkin antara bangunan dan sumber bunyi
2.  Mendirikan penghalang untuk menahan atau mengurangi merambatnya kebisingan dari jalan ke bangunan.
3.  Memilih material dinding muka bangunan denga kombinasi elemen yang tepat guna meredam bising.


7. Daftar Pustaka
a)    Jurnal Pembelajaran staf pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Halu Uleo, Kendari
b)   Jurnal Pembelajaran staf pengajar Jurusan Teknik Arsitekturl Fakultas Teknik Universitas Tadulako,Palui
c)    Makalah Pust penelitian dan Pemngembangan Prasarana Transportasi
d)   Jurnal Teknik Fisika FTI-ITS tentang DESAIN BARRIER UNTUK MENGURANGI TINGKAT KEBISINGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAEKAWA.