Okky Agassy Firmansyah

Okky Agassy Firmansyah

Senin, 07 November 2011

iklan rumah batik


rumah batik sarimbit,ada pada kota ngann=juk dan sangat murah...
jangan terkecoh...!!!!
sebab ini hanya contoh iklan untuk tugas corel draw..!!!

Rahasia Gmbar Proyeksi




ini aku buat saat ada tugas men-design iklan lewat corel draw,jadi ringkasnya ini adalah kreasi pertama ku dengan corel draw X3

Senin, 12 September 2011

Contoh Piagam Peserta Lomba


Photosop itu bisa dibuat ngedit apa aja...:P
termasuk buat piagam penghargaan seperti ini,
untuk yang satu ini ialah piagam untuk patriot 2011 :)

Minggu, 11 September 2011

Calon pamflet lomba PBB PATRIOT 2011



Nah untk design pamflet lomba PBB PATRIOT yang kedua ini mungkin lebih bisa dibilang agak naik levelnya...hehe

jiwa korsa paskibra GEMPA SMADA


di Generesi ku punya Motto yaitu Semangat Jiwa Korsa!!

"GEMPA SMADA"

CSP2011



Ini gambar boleh design cuma asal nempel brush+nempel kata :P

Laziem Note



Berharap pengen punya sampul sendiri (Atas nama Laziem ):D,jadi 1 kelas biar bukunya sama semua..:P

banner kelas ipa4smada


yupzz....ini prosesnya mendadak sekali ini...karna waktu itu digunakan untuk nama STAND laziem yang ada di L.A (lor Alun-Alun)for selling ta'jil.:D

Banner Laziem 6



Tahukah kalian Wallpaper ini ku buat saat laziem dapet sesuatu yang kurang mengenakkan dari beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab..

LAZIEM IPA 4 SMADA "BERGERAK ATAU TERGANTIKAN"


wes mbuh....saya pokkoknya LAZIEM tetep..!!!!!!

Where's you Ability???




niat awalnya sih buat mood happy aja,,tapi kok tiba2 ada imajinasi buat wallpaper ini..:D

Logo Patriot 2011


"Suatu ketika saat sedang iseng membuka PC tercinta dan akhirnya muncul angan2 untuk membuat logo ini dengan mantra #winggardium leviossa# -.-! "
ada tanggapan???

rara cartoon image



Nah..ini gan!!kartun yang tingkatnya lebih atas dari kartun wajah gua sebelumnya...:D

Kamis, 26 Mei 2011

Pamflet PATRIOT 2010






nih contoh untuk pamflet acara-acara besar..
kalau ini pas aku masih SMA ngurusi Ekstra PASKIBRA SMADA GEMPA yang lagi ngadain even PBB Se-Eks Karesidenan Kediri dan sekitarnya..
sorry kalau designnya masih amburadul...cz nie pertamanya buat pamflet..:D

paskibra kab.nganjuk



Nie contoh untk stiker komunitas PASKIBRA KAB.NGANJUK..
(Maklum gan... kagak engaja kecemplung dunia PASKIBRA,#hehe...)

Smada Nganjuk "Warna Masa Depan"




kalo ini pas aku lagi ada lomba digital art (Lomba design yang diadain sama ekstra SMADA TIK,..tapi sayangnya belum bisa dapet juara..[cz pengalaman waktu itu masih sedikit Gan !! ] hehe....

wallpaper Smada

Eksperimen "ktr-26"



Baru ngenal yang namnya teknik Trasing Photoshop...and ini dah hasilnya...
Asli dah gan...produk sendiri...:D

Eksperimen "ktr-26" kedua

Sabtu, 21 Mei 2011

kutipan..

bismillah..

senang rasanya aku bisa nulis di blog lagi...:)).
kali ini aku akan nulis tentang ilmu yang aku ambil setelah membaca buku karya anak bangsa yang berjudul "5 cm".





let's write

iQ (intelektual Quotient) = tingkat kecerdasan intelektual seseorang..bisa di ukur memakai derajat kecerdasan intelektual.merupakan kecerdasan yang menyangkut aspek-aspek nyata manusia.misalnya dalam menerima dan menangkap pelajaran .Intinya kebanyakan orang yang IQ nya tinggi itu pinter.(kecerdasan rasional),2+3=5.

EQ (Emosional Quotient)= tingkat ukur EQ / kecerdasan emosionaln yang udah di akui lebih penting dari pada IQ,karena kecerdasan emosional mengambil aspek2 penting yang tidak nyata dari kecerdasan manusia.EQ memberikan gambaran tentang sikap manusia akan dirinya yang sudah pasti punya emosi.emosi inilah yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena kalau emosi bisa di kendalikan bisa bermanfaat bagi manusia,kalau tidak bisa di kendalikan bisa bahaya..

Example :
seorang mahasiswa yang jago banget...pinternya gak karuan..fisika,matematika,dan semuanya terasa hanya angin baginya.Selalu langganan nilai A di semua mata pelajaran itu.Suatu hari dya mendapat nilai B dari profesornya.Emosinya pun meluap dan langsung mengambil pisau untuk menusuk dosennya.



Tuhkan,,kenapa EQ lebih penting daripada IQ..dya cerdas di IQ tapi Eqnya jongkok !!!
Tapi seharusnya IQ dan EQ berjalan dengan imbang..:).Manusia harus pinter pinter jaga emosi..soalnya emosi itu kgak kenal yang namanya kulonuwun...dateng y tau tau dateng aja dan kita nggak nyadar langsung emosi kita jadinya..:)



Selain mengetahui kedua hal tersebut,,ada hal lain juga yang harus diketahui dalam diri kita..
manusia mempunyai 2 skills (artinya keahlian..bukan sikil :D) dalam dirinya...
Yaitu :
manusia eksternal= manusia yang selalu memandang sesuatu yang terjadi padanya sebagai keadaan yang terjadi di luar dirinya.manusia eksternal beranggapan bahwa semua
keadaan yang menimpa dirinya itu disebabkan oleh keadaan eksternal diluar dirinya.
jadi manusia eksternal berpikir bahwa keadaan yang selalu mengotrol dirinya,bukan dirinya yang mengontrol keadaan



Manusia internal = manusia yang akan selalu melihat dahulu apa yang salah pada dirinya,bukan lantas menyalahkan keadaan. " you are the driver not the passenger in life".




Examplenya :
“Nggak langsung down kalo lagi ada masalah,,selalu bersemangat,tekun,kalo lagi ada masalah langsung bangkit bukaannya malah tenggelam dalam pikiran negatif ,,selalu bangkit lagi dan kagak akan pernah menyerah..”..



Nah,,kalo dari pengertian di atas,,aku lebih memilih jadi manusia internal..coba bayangin,,kalo kita lagi puasa truz cuaca lagi panas banget..masak kita mau nyerah pada keadaan panas,,trus mokel gtu...hah,,kgak deh...jangan pernah mau jadi manusia yang diatur oleh keadaan..!!!jadi apapun itu,cobaan,kekalahan,kegagalan,tidak akan menjadi sesuatu yag buruk.tinggal tergantung bagaimana kita menyikapinya...saat kita bersikap negatif terhadap (misalnya) kegagalan kita akan menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk,sesuatu yang menghalangi jalan kita...tapi kalo kita bersikap positif terhadap kegagalan itu,kita akan menganggapnya sebagai suatu pelajaran yang amat berharga yang telah ALLAH berikan untuk kita...Ibarat kita harus bikin pintu ke jalan baru,,bkan bikin tembok..



Anyway, buku yang berjudul "5 cm" ini bercerita tentang 5 sahabat, 4 cowok dan 1 cewek, Genta, Arial, Ian, Zafran dan Riani menamakan diri mereka Power Rangers atau Gogle Five.Mereka ngumpul bareng sejak dari SMA, kemana-mana selalu berlima. Masing-masing punya karakter yang unik dan kuat. Semuanya hobby nonton dan dengerin musik. Nggak heran banyak banget kutipan lagu, puisi, quote orang terkenal dan cuplikan dialog dalam film yang ditulis di buku ini. Mereka punya cara tersendiri untuk menyelesaikan persoalan, apalagi kalo itu menyangkut kepentingan kelompok, tanpa harus menjelekan seseorang, teori 3 menit (kalo teori 3 detik-an, kan buat yang nggak mau rugi pulsa HP tuh..heheh)

Suatu hari mereka sepakat untuk berpisah selama 3 bulan tanpa komunikasi apapun, dan ketemuan lagi pas tanggal 14 Agustus dan Genta yang akan mengurus celebration-nya (secara dia EO gituh loh..). Awalnya mereka sangat berat untuk mengiyakan, karena mereka belum pernah pisah segitu lamanya. Tapi akhirnya mereka setuju untuk mematuhinya.
Tanggal 14 Agustus mereka ketemuan lagi, meeting point-nya di Stasiun Senen. Ternyata Genta ngrencanain untuk naik gunung Mahameru dan merayakan 17 Agustusan di puncaknya. What's an interesting idea!
Petualangan mereka di Mahameru cukup seru,deskripsi keindahan alam di Mahameru sungguh membuatku berimajinasi...dan aku sekarang pengen ikutan upacara 17 agustus di mahameru...tentu saja sebagai paskibra jiwaku mulai berkobar lagi..:)

Akhir dari novel ini menarik, karena menceritakan kelanjutan kehidupan 5 sahabat ini setelah mereka berkeluarga dan masih tetep sering ketemuan. Malahan anak-anaknya juga pada ikutan sahabatan, layaknya mereka dahulu. Serunya lagi, nggak ketebak tuh siapa jadian ama siapa..tebakanku salah semua...hehehe
Judul novel diambil dari judul bab 9 (kayak buku pelajaran aja ya..) buku ini. Artinya mereka berlima selalu menggantungkan impian, cita-cita dan keyakinan mereka 5 centimeter di depan kening jadi bakalan terus ingat dan nggak akan menyerah sampai titik darah penghabisan. "Yang penting kita tau dan yakin atas keinginan kita masing-masing dan selalu percaya pada keyakinan kita itu" (hlm 359)
Secara keseluruhan buku ini bagus. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Cuma agak susah dimengerti kalo yang baca kurang "gaul" maksudnya nggak ngikutin lagu top 40, film yang beredar dan gosip artis (mana bisa "ngeh" siapa itu Halpy Salma and Erie Susan, Irvan Mansyur, dll).
Bahasanya bikin emosi naik turun, nggak enak gitu..kadang pake bahasa gaul, kadang pake bahasa yang serius banget (apalagi kalo udah ngomongin filsuf and science). Jadi inget novel Saman-nya Ayu Utami..tapi kali ini dari awal baca kita udah diajak untuk berpikir dan fokus)
Tapi salut buat penulis (Donny Dhirgantoro) karena dia pasti apal semua lagu, film, puisi, quote, filosofi, dan segala macem teori Psikologi (perasaan baca biografinya, kuliahnya di STIE Perbanas). Ketahuan kalo dia orang yang sangat teliti dan hafalannya luar biasa...ngiri nih..
Baca novel ini jadi pengen naik gunung, karena dengan naik gunung kita bisa tadabur alam dan lebih mengenal Allah dengan segala Maha-nya. Apalagi banyak aturan yang tidak tertulis yang harus kita patuhi selama naik gunung. Tak boleh sombong, tak boleh bengong dan jangan malah merusak alam. Karena banyak yang ngakunya pecinta alam, tapi malah metik bunga edelweis, malah buang sampah sembaranga, dll.
Trus jadi pengen nonton lagi semua film yang dialognya dikutip di novel itu. Pengen juga dengerin lagu yang liriknya ada di novel itu. Pokoknya jadi pengen....hehe

Jumat, 20 Mei 2011

okky versi kartun



seneng #excited..
pasti dah gan..!!!akhirnya bisa juga buat meng-kartunkan diri..hehe
walaupun kualitas editan ini masih anak ayam..:D
kalo agan2 pengen bisa teknik ini,hubungi saya..
nanti pasti akan saya bagi tutorialnya..:D
#085746119602

Selasa, 08 Maret 2011

OUR PLACE IN OUR SCHOOL . .

Tempat itu . .
teMpat dimana kita di lahirkan dengan berbagai cara . .
tempat dimana kita melalui berbagai situasi .
tempat dimana kita berbagi ilmu dan pendidikan . .
Sungguh bermakna bagi kita . .
Dari awal dulu,kita sudah di ajak ke sana . ..
Di kenalkan kita dengan tempat itu . .
Salam perkenalan yang tak terlupakan . .
akan terkam terus dalam memory di otak kita .
bagaimana keadaan tempat itu . .
bagaimana suasana tempat itu .
dan bagaimana emosi kita di tempat itu . .
Tempat itu . .
walaupun penuh dengan debu dan daun daun yang kering,
tempat itu tetap menjadi pilihan . .

tempat itu . .
Penuh dengan kasih sayang . .
kasih sayang dari kakak,adik dan saudara saudara kita lainnya ..
Senang,
sedih,
canda dan tawa ada di sana . .
Menegangkan dan menyenangkan . .
Berbagai suasana pernah terjadi di sana . . .
Tak luput air mata pun pernah menetas di sana . . .
Beribu cerita ada di sana . . .
Berjuta pengalaman ada di sana . . .
Berbagai peristiwa pernah terlintas di sana . .
Teman,
Kawan,
Dan keluarga . .
dinginnya tempat itu di kala menegangkan. . .
tapi hangatnya tempat itu akan terasa ketika senyum terkembang dan air mata menetes di antara kita
. . .
Tempat itu tak akan pernah terlupakan . .
Disana kita mendapatkan semua ilmu . .
Tempat keluarga berkumpul dan berbagi kasih sayang . .

Maslah . . menurutku .

Masalah . .. .
Di kehidupan pasti punya masalah . .
Di setiap individu pasti punya masalah
Di setiap kelompok pasti punya masalah . .
Masalah . .
Sebenarnya,apakah itu?
Datang tanpa di harap . .
Dan pergi setelah semuanya terluka . .
yang membuat semua jadi pecah . .
tak khayal semua benci . .
tak khayal semua kecewa . .
dan tak khayal semuanya perih . .
masalah . .
begitu pergi,menghilang entah kemana . .
meninggalkan bekas noda . .
noda hati yang tak terobati . .
tak cukup kata maaf . . .
tak cukup hati tuk sesali . .
masalah . .
semua berubah karnamu . . .
semua gagal karnamu . .
dan semu pupus oleh mu . . .
masalah . .
hanya saTU yang ku tahu . .
slalu ku yakini . .
dan harus kau tahu . .
KAMI TAK AKAN MENYERAH PADAMU . . .
KAMI TAK AKAN PUTUS ASA OLEHMU . .
DAN KAMI . . .
AKAN MENAKLUKKANMU . .

Senin, 14 Februari 2011

PBB

nah,teman teman paskibra maupun pramuka yang butuh akan pasal pasal PBB dan peraturannya nie silahkan lyat di sini . .
dan semoga bermanfaat bagi semua






BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
PENGERTIAN
Baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan
kebiasaan dalam tata cara hidup Angkatan Bersenjata/masyarakat yang diarahkan
kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

Pasal 2
MAKSUD DAN TUJUAN

1. Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan,
disiplin, sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan
kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan secara tidak langsung juga
menanamkan rasa tanggung jawab.
2. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas
adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok
tersebut dengan sempurna.
3. Yang dimaksud dengan rasa persatuan adalah rasa senasib dan sepenanggungan
serta ikatan batin yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4. Yang dimaksud dengan disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas diatas
individu yang hakikatnya tidak lain dari pada keikhlasan menyisihkan pilihan hati
sendiri.
5. Yang dimaksud dengan rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak
yang mengandung risiko terhadap dirinya tetapi menguntungkan tugas atau
sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan yang akan dapat merugikan
kesatuan.




Pasal 3
Ketentuan Khusus
1. Para pimpinan wajib mengetahui adanya, mengenal kegunaannya, serta
senantiasa menegakkan peraturan tersebut.
2. Para pembantu pimpinan (kader) wajib paham isinya, mau mengerjakannya, dan
mampu melatihnya.
3. Semua warga Angkatan Bersenjata baik Perwira, Bintara atau Tamtama wajib
melaksanakan secara tertib (tepat) serta dilarang mengubah, menambah atau
mengurangi apa yang tertera dalam peraturan baris-berbaris ini.

Pasal 4
KEWAJIBAN PELATIH
1. Terwujud atau tidaknya maksud dan tujuan peraturan ini sangat tergantungkepada mutu serta kesanggupan seorang pelatih. Pelatih yang melaksanakannya
hanya karena tugas tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.
2. Hasil yang baik akan dapat diperoleh dengan memperhatikan pokok-pokok
sebagai berikut:
a. Rasa kasih sayang
Seorang pelatih seharusnya dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak
didik.
b. Persiapan
Persiapan yang baik adalah jaminan berhasilnya latihan yang dikehendaki,
oleh karena itu pelatih harus mengadakan persiapan terlebih dahulu
mengenai apa yang akan dilatih, pembagian waktu, alat-alat, tempat dan
sebagainya.
c. Mengenal tingkatan anak didik
Tiap tingkatan kemampuan seseorang/kelas membutuhkan metode melatih
tersendiri, oleh karena sebelum seorang pelatih memilih sesuau metode, ia
terlebih dahulu menilainya.
d. Tidak sombong
Keahlian dan kepandaian bukanlah hal-hal yang patut dipamerkan,
melainkan wajib diamalkan yang berarti dibimbingkan, dituntunkan,
sehingga dapat dimiliki oleh anak didik.
e. Adil
Selalu dapat memelihara adanya keseimbangan dalam segala hal dengan
cara memberikan pujian atau teguran pada tempatnya tanpa membedabedakan
satu dengan lainnya.
f. Teliti
Teliti mengandung arti selalu mengusahakan pelaksanaan ketentuanketentuan
sesuai dengan semestinya, sebaliknya tidak puas dengan
pelaksanaan yang setengah-setengah.
g. Sederhana
Untuk tidak mempesulit anak didik perlu diusahakan kalimat maupun katakata
yang mudah dimengerti. Pelatih bertindak seperlunya sesuai dengan
apa yang dituntutnya.
3. Perhatian khusus bahwa dengan latihan (drill) dimaksud untuk mencapai
kebiasaan atau kepahaman bertindak bukan untuk mengetahui saja. Oleh
karenanya hendaklah selalu diperhatikan jangan terlalu bercerita, melainkan
teladan, mencoba, mengoreksi, mengulangi sehingga paham mengerjakannya.
catatan:
a.Guna mencegah terganggunya/rusaknya suasana pada saat-saat banyak
memberikan aba-aba dan untuk membiasakan suara yang diperlukan dalam
memberikan aba-aba, maka para komandan/pemimpin pasukan agar diberi
latihan teratur (tiap hari).
b.Khusus dalam melatih sikap sempurna, pelatih agar memberikan
perhatian/mengawasi ketentuan mengenai pandangan mata.
c. Banyak melatih barisan dalam bentuk saf maju jalan untuk membiasakan pada
waktu defile dan parade.



Pasal 5
ABA-ABA
1. Pengertian
Aba-aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang komandan/pimpinan
pasukan kepada pasukan/barisan untuk dilaksanakan pada waktunya secara
serentak atau berturut-turut.
2. Macam aba-aba
Aba-aba terdiri atas 3 bagian dengan urutan:
a. Aba-aba petunjuk
Aba-aba petunjuk dipergunakan jika perlu untuk menegaskan maksud dari
aba-aba peringatan/pelaksanaan.
contoh:
1. Untuk perhatian – Istirahat di tempat = GERAK
2. Untuk istirahat – Bubar = JALAN
3. Jika aba-aba ditujukan khusus terhadap salah satu bagian dari keutuhan
pasukan: Pleton II – Siap = GERAK
4. Selanjutnya lihat baris-berbaris kompi
5. Kecuali di dalam upacara: aba-aba petunjuk pada penyampaian
penghormatan terhadap seseorang, cukup menyebutkan jabatan orang
yang diberi hormat tanpa menyebutkan eselon satuan yang lebih tinggi
contoh:
a. Kepada kepala sekolah – Hormat = GERAK
b. Kepada kepala kantor wilayah – Hormat = GERAK
b. Aba-aba peringatan
Aba-aba peringatan adalah inti dari perintah yang cukup jelas untuk dapat
dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
1. Lencang kanan = GERAK dan bukan LENCANG = KANAN
2. Istirahat di tempat = GERAK dan bukan Di tempat = ISRIRAHAT
c. Aba-aba pelaksanaan
Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan
aba-aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.
Aba-aba pelaksanaan yang dipakai adalah:
1. GERAK
2. JALAN
3. MULAI
GERAK : adalah untuk gerakan-gerakan tanpa meninggalkan tempat yang
menggunakan kaki dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh
lain, baik dalam keadaan berjalan maupun berhenti.
contoh: 1. Jalan di tempat = GERAK
2. Siap = GERAK
3. Hormat kanan = GERAK
4. Hormat = GERAK
JALAN : adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan
meninggalkan tempat.
contoh:
1. Haluan kanan/kiri = JALAN
2. Dua langkah ke depan = JALAN
3. Tiga langkah ke kiri = JALAN
4. Satu langkah ke belakang = JALAN
catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba
pelaksanaan harus didahului dengan aba-aba peringatan: MAJU
contoh:
1. Maju = JALAN
2. Haluan kanan/kiri Maju = JALAN
3. Melintang kanan/kiri Maju = JALAN
MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan
berturut-turut.
contoh:
1. Hitung = MULAI
2. Berbanjar/Bersaf Kumpul = MULAI
3. Cara menulis aba-aba:
a. Aba-aba petunjuk dimulai dengan huruf besar dan ditulis seterusnya dengan
huruf kecil, atau semuanya huruf besar.
b. Aba-aba peringatan dimulai dengan huruf besar dan ditulis seterusnya
dengan huruf kecil yang satu dengan yang lainnya agak jarang, atau
semuanya huruf besar.
c. Aba-aba pelaksanaan ditulis seluruhnya dengan huruf besar.
d. Semua aba-aba ditulis lengkap, walaupun ucapannya dapat dipersingkat.
e. Diantara aba-aba petunjuk dan aba-aba peringatan terdapat garis
penyambung/koma, antara aba-aba peringatan dan aba-aba pelaksanaan
terdapat dua garis bersusun/koma.
4. Cara memberi aba-aba:
a. Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba pada dasarnya harus berdiri
dalam keadaan sikap sempurna dan menghadap pasukan.
b. Apabila aba-aba yang diberikan itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba,
maka pada saat memberikan aba-aba tidak menhadap pasukan.
contoh : Waktu pemimpin upacara memberi aba-aba penghormatan
kepada Pembina upacara : Hormat = GERAK.
Pelaksanaan : Pada waktu memberi aba-aba pemimpin
upacara/Danup menghadap ke arah pembina upacara/Irup
sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama
dengan pasukan. Setelah penghormatan selesai dijawab/
dibalas oleh pembina upacara/Irup maka dalam sikap
“sedang memberi hormat” Pemimpin upacara/Danup
memberikan aba-aba : Tegak = GERAK dan setelah aba-aba
itu pemimpin upacara/Danup bersama-sama pasukan
kembali ke sikap sempurna.
c. Dalam rangka menyiapkan pasukan pada saat Pembina upacara/Irup
memasuki lapangan upacara dan setelah amanat pembina upacara/Irup
selesai,Pemimpin upacara/Danup tidak menghadap pasukan.
d. Pada taraf permulaan latihan aba-aba yang ditujukan kepada pasukan yang
sedang berjalan atau berlari, aba-aba pelaksanaannya selalu harus diberikan
bertepatan dengan jatuhnya salah satu kaki tertentu yang pelaksanaan
geraknya dilakukan dengan tambahan 1 langkah pada waktu berjalan dan 3
langkah pada waktu berlari. Sedang pada taraf lanjutan, aba-aba
pelaksanaan dapat diberikan bertepatan dengan jatuhnya kaki yang
berlawanan yang pelaksanaan gerakannya dilakukan dengan tambahan 2
langkah pada waktu berjalan dan 4 langkah pada waktu berlari, kenudian
berhenti atau maju dengan merubah bentuk dan arah pada pasukan.
e. Semua aba-aba diucapkan dengan suara nyaring, tegas, dan bersemangat.
f. Pemberian aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan
dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.
g. Pemberian aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama
dan terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan lebih panjang menurut
besar-kecilnya pasukan. Aba-aba pelaksanaan senantiasa diucapkan dengan
cara yang di”hentakkan”.
h. Waktu pemberi aba-aba peringatan dan pelaksanaan diperpanjang sesuai
besar-kecilnya pasukan dan/atau tingkatan perhatian pasukan (konsentrasi
pasukan). Dilarang memberi keterangan-keterangan lain di sela-sela abaaba
pelaksanaan.
i. Bila ada suatu bagian aba-aba diperlukan, maka dikeluarkan perintah
“ulangi”
Contoh :
Kepada pemimpin upacara = ulangi Kepada pembina upacara – Hormat =
GERAK. Gerakan yang tidak termasuk aba-aba tetapi yang harus dijalankan
pula, dapat diberikan petunjuk-petunjuk sengan suara nyaring, tegas, dan
bersemangat. Biasanya dipakai pada waktu di lapangan, seperti: MAJU,
IKUT, BERHENTI, LURUSKAN, LURUS.

Pasal 6
CARA MELATIH BERHIMPUN

1. Apabila seorang pelatih/komandan ingin mengumpulkan anggota bawahannya
secara bebas, maka pelatih/komandan/pemimpin memberi aba-aba:
Berhimpun = MULAI
2. Pelaksanaan:
a. Pada waktu aba-aba peringatan seluruh anggota mengambil sikap
sempurna dan menghadap kepada yang memberi aba-aba.
b. Pada aba-aba pelaksanaan seluruh anggota mengambil sikap lari,
selanjutnya lari menuju ke depan pelatih/komandan.pemimpin, di mana ia
berada dengan jarak 3 langkah.
c. Pada waktu datang di depan pelatih/komandan/ pemimpin, mengambil
sikap sempurna, kemudian mengambil sikap istirahat.
d. Setelah aba-aba selesai, seluruh anggota mengambil sikap sempurna, balik
kanan selanjutnya menuju tempat masing-masing.
e. Pada saat datang di depan pelatih/komandan/ pemimpin, serta kembali,
tidak menyampaikan penghormatan.
3. Yang dimaksud dengan berhimpun adalah semua anggota datang si depan
komandan/pemimin dengan berdiri bebas, dengan jarak tiga langkah

Pasal 7
CARA MELATIH BERKUMPUL
1. Komandan/pelatih/pemimpin menunjuk seorang anggota untuk berdiri kurang
lebih 4 langkah di depannya, orang ini dinamakan penjuru.
2. Komandan/pelatih/pemimpin memberikan perintah: Sdr. Hartono sebagai
penjuru (bila penjuru bernama Hartono).
3. Penjuru mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada yang
memberi perintah, selanjutnya mengulangi perintah sebagai berikut: “Siap
Hartono sebagai penjuru”.
4. Penjuru mengambil sikap untuk lari menuju tempat
komandan/pelatih/pemimpin yang memberi perintah.
5. Apabila bersenjata, mengambil sikap depan senjata kemudian lari menuju
tempat komandan/pelatih/ pemimpin yang memberi perintah, langsung pundak
kiri senjata.
6. Pada waktu aba-aba peringatan “Bersaf/Berbanjar Kumpul” maka anggota lain
mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh pada komandan/
pelatih/pemimpin.
7. Pada aba-aba pelaksanaan anggota lainnya dengan serentak mengambil sikap
lari, selanjutnya penjuru memberi isyarat “LURUSKAN”, anggota secara
berturut-turut meluruskan diri.
8. Bila bersenjata, mengambil sikap depan senjata kemudian lari menuju di
samping kiri/belakang penjuru dan berturut-turut meluruskan diri.
9. Cara meluruskan diri ke samping (bila bersaf) sebagai berikut: Meluruskan
lengan ke samping dengan tangan kanan digenggam, punggung tangan
menghadap ke atas, kepala dipalingkan ke kanan dan meluruskan diri, hingga
dapat melihat dada orang-orang yang di sebelah kanannya. Penjuru yang
ditunjuk pada waktu berkumpul melihat ke kiri, setelah barisan terlihat lurus
maka penjuru memberikan isyarat dengan perkataan “LURUS”. Pada isyarat ini
penjuru melihat ke depan serta yang lain serentak menurunkan lengan kanan,
melihat ke depan dan kembali ke sikap sempurna. Bila bersenjata, maka senjata
di pundak kiri dan ditegakkan serentak.
10. Cara meluruskan diri ke depan (bila berbanjar) sebagai berikut: Meluruskan
lengan kanannya ke depan, tangan digenggam, punggung tangan menghadap ke
atas dan mengambil jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada
di depannya dan meluruskan diri ke depan. Setelah orang yang paling belakang
banjar kanan melihat barisannya sudah lurus, maka ia memberikan isyarat
dengan mengucapkan “LURUS”, pada isyarat ini serentak menurunkan lengan
kanan dan kembali ke sikap sempurna.
11. Apabila bersenjata, maka setelah menegakkan tangan kanannya kemudian
dengan serentak tegak senjata.
Catatan : Bila lebih dari 9 orang selalu berkumpul dalam bersaf tiga atau
berbanjar tiga, kalau kurang dari 9 orang menjadi bersaf/berbanjar
satu. Meluruskan ke depan hanya digunakan dalam bentuk
berbanjar.
12. Penunjukkan penjuru tidak berdasarkan kepangkatan.

Pasal 8
CARA MELATIH MENINGGALKAN BARISAN
1. Apabila pelatih memberikan perintah kepada seseorang dari barisannya,
terlebih dahulu ia memanggil orang itu ke luar barisan dan memberikan
perintahnya apabila orang tersebut telah berdiri dalam sikap sempurna. Orang
yang menerima perintah ini harus mengulangi perintah tersebut sebelum
melaksanakannya dan mengerjakan perintah itu dengan bersemangat.
Tata cara keluar barisan:
a. Bila keluar bersaf:
1) Untuk saf depan, tidak perlu balik, tetapi langsung menuju arah yang memanggil.
2) Untuk saf tengah dan belakang, balik kanan kemudian melalui saf paling belakang selanjutnya memilih jalan yang terdekat menuju arah yang memanggil.
3) Bagi orang yang berada di ujung kanan maupun kiri, tanpa balik kanan
langsung menuju arah yang memanggil (termasuk saf 2 dan 3).
b. Bila pasukan berbanjar:
1) Untuk saf depan tidak perlu balik kanan, langsung menuju arah yang
memanggil.
2) Untuk saf tengah dan belakang, balik kanan kemudian melalui saf paling
belakang selanjutnya memilih jalan yang terdekat menuju arah yang
memanggil.
c. Cara menyampaikan laporan dan penghormatan apabila anggota dipanggil
sedang dalam barisan sebagai berikut:
1) Komandan/pelatih/pemimpin memanggil: “Ahmad tampil ke depan”
setelah selesai dipanggil orang yang dipanggil tersebut mengucapkan
kata-kata “Siap Ahmad Tampil ke depan”, kemudian keluar barisan
sesuai dengan tata cara keluar barisan.
2) Kemudian menghormat sesuai PPM, setelah selesai
menghormatmengucapkan kata-kata: “Lapor, siap menghadap”.
Selanjutnya menunggu perintah.
3) Setelah mendapat perintah/petunjuk, mengulangi perintah tersebut.
Contoh: “Berikan aba-aba di tempat”. Selanjutnya melaksanakan
perintah yang diberikan oleh komandan/pelatih/pemimpin
(memberikan aba-aba di tempat).
4) Setelah selesai melaksanakan perintah/petunjuk,kemudian menghadap
±6 langkah di depan komandan/pelatih/pemimpin yang memanggil dan
mengucapkan kata-kata: “Memberikan aba-aba di tempat telah
dilaksanakan, Laporan selesai”.
5) Setelah mendapat perintah “Kembali ke tempat”, anggota tersebut
mengulangi perintah kemudian menghormat, selanjutnya kembali ke
tempat.
2. Jika pada waktu dalam barisan salah seorang meninggalkan barisannya,
maka terlebih dahulu harus mengambil sikap sempurna dan minta ijin
kepada komandan/pelatih/pemimpin yang memanggil dengan cara
mengangkat tangan kanannya ke atas (tangan dibuka, jari-jari dirapatkan).
Contoh: Anggota yang akan meninggalkan barisan mengangkat tangan.
komandan/pelatih/pemimpin bertanya: “Ada apa?”
Anggota menjawab: “ke belakang”
komandan/pelatih/pemimpin memutuskan: “Baik, lima menit kembali”
Anggota yang meninggalkan barisan mengulangi: “Lima menit kembali”
3. Setelah mendapat ijin, ia keluar dari barisannya selanjutnya menuju tempat
sesuai keperluannya.
4. Bila keperluannya telah selesai, maka orang tersebut menghadap ±6
langkah di depan komandan/pelatih/pemimpin, menghormat dan laporan
sebagai berikut: “Lapor, Ke belakang selesai Laporan selesai”. Setelah ada
perintah dari komandan/pelatih/pemimpin “Masuk barisan” maka orang
tersebut mengulangi perintah kemudian menghormat, balik kanan dan
kembali ke barisannya pada kedudukan semula.

Pasal 9
CARA MELATIH GERAKAN BERJALAN
1. Untuk melatih seseorang tentang gerakan berjalan, ia disuruh berjalan sesuai
dengan petunjuk dari pelatih. Pelatih memperhatikan gayanya, diperbaiki dan
disesuaikan dengan gaya “Langkah Biasa”.
2. Mula-mula hanya diperhatikan gerakan kaki saja, dimulai dengan meletakkan
kaki, lalu tempo irama dan panjangnya langkah. Selanjutnya gerakan lengan dan
badan.

Pasal 10
TATA CARA PENGHORMATAN

1. Sebagai dasar pegangan mengenai tata cara memberi hormat apa yang telah
tercantum dalam pasal 5 PPM/AB.
2. Untuk membiasakan pelaksanaannya dengan cara yang sama, wajib diadakan
latihan-latihan sebagai berikut:
a. Penghormatan perorangan, bertutup kepala tanpa senjata dalam keadaan
berhenti/berdiri.
1) Pasukan disuruh berdiri dalam bentuk huruf U.
2) Pelatih menggambarkan tentang adanya garis lurus yang terdapat
antara samping paha kanan dan bagian tertentu dari tutup kepala.
3) Dalam sikap sempurna dengan tangan terkepal, pelatih memerintahkan
menunjuk dengan jari telunjuk kebagian daripada tutup kepala yang
merupakan tempat ujung jari pada gerakan langsung melalui garis lurus
ini yaitu dari samping paha kanan ke bagian tertentu tutup kepala.
4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang menunjuk dan kembali bersikap
sempurna yang akhirnya menggantikan gerakan menunjuk itu dengan
seluruh telapak tangan terbuka.
b. Penghormatan sambil memalingkan kepala ke kanan/kiri
1) Sebelum melakukan gerakan gabungan, terlebih dahulu diperintahkan
untuk memalingkan kepala secara baik ke kiri dan ke kanan.
2) Kemudian memalingkan kepala disertai gerakan penghormatan.
c. Penghormatan perseorangan, bertutup kepala, tanpa senjata dalam
keadaan berjalan. Anggota-anggota pasukan diperhatikan berjalan dari arah
kanan ke kiri, atau sebaliknya melalui depan pelatih sambil memberi
hormat.
d. Penghormatan perseorangan, bertutup kepala, tanpa senjata, satu dan
lainnya dalam keadaan berjalan.
1) Pasukan dibagi atas 2 pasukan yaitu pasukan A dan B. Misalnya pasukan
A di sebelah barat sebagai atasan dan pesukan B sebagai bawahan.
2) Masing-masing pasukan dimulai dengan nomor urut satu dan
seterusnya berjalan berpapasan dengan jarak sepuluh langkah tiap
anggota.
3) Tiap-tiap anggota pasukan B yang berpapasan dengan anggota pasukan
A memberikan penghormatan dan pasukan A membalas penghormatan.
4) Demikian seterusnya sampai seluruh anggota pasukan berpapasan dan
pelatih memerintahkan bergantian pasukan B sebagai atasan.
e. Penghormatan pasukan, bertutup kepala, tanpa senjata dalam keadaan
berjalan.
1) Pasukan disuruh membentuk formasi pleton berbanjar. Pelatih menjadi
atasan untuk diberi penghormatan oleh pasukan.
2) Seorang ditunjuk menjadi Danton/pemimpin pasukan.
3) Pasukan bergerak dengan langkah biasa dan pada jarak tertentu
sebelum memberikan penghormatan melakukan gerakan “Langkah
tegap”.
4) Pada aba-aba “Hormat kanan/kiri = GERAK” maka dilakukan gerakangerakan
sebagai berikut:
a) Danton/pemimpin pasukan bersama pasukan memberi
penghormatan seperti hormat bertutup kepala tanpa senjata (pasal
5 ayat 2a PPM) pasukan memalingkan kepala dengan batas 45°
kepada pelatih.
b) Pelatih membalas penghormatan.
c. Kemudian Danton/pimpinan pasukan memberi aba-aba “Tegak =
GERAK”. Danton/pemimpin pasukan dan pasukannya memalingkan
kepala kembali serentak dan kedua tangan dilenggangkan dengan
tetap langkah tegap.
d) Dilanjutkan dengan aba-aba Langkah biasa = JALAN.


BAB II
GERAKAN PERORANGAN TANPA SENJATA
GERAKAN DASAR

Pasal 11
SIKAP SEMPURNA
Aba-aba: Siap = GERAK
Pelaksanaan:
Pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua
kaki merupakan sudut 45°, lutut lurus dan paha dirapatkan, berat badan dibagi atas
kedua kaki. Perut ditarik sedikit dan dada dibusungkan, pundak ditarik ke belakang
sedikit dan tidak dinaikkan. Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus,
jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa dirapatkan pada paha, punggung ibu
jari menghadap ke depan, mulut ditutup, mata memandang lurus ke depan,
bernapas sewajarnya.

Pasal 12
ISTIRAHAT

Aba-aba: Istirahat – di – tempat = GERAK
Pelaksanaan:
1. Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak
sepanjang telapak kaki (±30 cm).
2. Kedua belah lengan dibawa ke belakang di pinggang, punggung tangan kanan di
atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan
kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk serta
kedua lengan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
a) Dalam keadaan parade di mana diperlukan pemusatan pikiran dan kerapihan
istirahat dilakukan atas aba-aba “Parade – Istirahat di tempat = GERAK.
Pelaksanaan sama dengan tersebut di atas, hanya tangan ditarik ke atas
sedikit, tidak boleh bergerak, tidak berbicara, dan pandangan tetap ke
depan.
b) Dalam keadaan parade maupun bukan parade apabila akan diberikan suatu
amanat atau sambutan oleh atasan/pembina, maka istirahat dilakukan atas
aba-aba: “Untuk perhatian – Istirahat di tempat = GERAK”. Pelaksanaan sama
dengan tersebut dalam titik a, dan pandangan ditujukan kepada pemberi
perhatian/ amanat/sambutan.

Pasal 13
PERIKSA KERAPIHAN

Aba-aba: Periksa kerapihan = MULAI
1. Tanpa senjata:
a) Periksa kerapihan dimaksudkan untuk merapihkan perlengkapan yang
dipakai anggota pada saat itu dan pasukan dalam keadaan istirahat (pasal12).
b) Pelaksanaan:
1) Pada aba-aba peringatan, pasukan secara serentak mengambil sikap
sempurna.
2) Pada saat aba-aba pelaksanaan dengan serentak membungkukkan
badan masing-masing, mulai memeriksa atau membetulkan
perlengkapannya dari bawah (ujung kaki ke atas sampai ke tutup
kepala).
3) Setelah yakin sudah rapih, masing-masing anggota pasukan mengambil
sikap sempurna (pasal 11).
4) Setelah Pelatih/danpas/pemimpin pasukan melihat semua pasukannya
sudah selesai (sudah dalam keadaan sikap sempurna) maka
Pelatih/danpas/pemimpin pasukan memberi aba-aba = SELESAI.
5) Pasukan dengan serentak mengambil sikap istirahat (pasal 12).
2. Bersenjata (khusus ABRI).

Minggu, 13 Februari 2011

Lambang Koprs Paskibraka


Lambang Kors PAskibraka


Untuk mempersatukan korps, untuk Paskibraka Nasional, Propinsi, dan Kabupaten / Kotamadya ditandai oleh lambang korps yang sama, dengan tambahan tanda lokasi terbentuknya pasukan.

Lambang Korps Paskibraka sejak tahun 1973, dengan perisai berwarna hitam dengan garis pinggir dan huruf berwarna kuning : PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA dan TAHUN 19 … (diujung bawah perisai) berisi gambar (dalam bulatan putih) sepasang anggota Paskibraka dilatar belakangi oleh Bendera Merah Putih yang berkibar ditiup angin dan 3 (tiga) garis horizon atau awan.

Makna dari bentuk dan gambar tersebut adalah;

a. bentuk perisai bermakna “Siap bela negara” termasuk bangsa dan tanah air Indonesia, warna hitam bermakna teguh dan percaya diri.
b. Sepasang anggota Paskibraka bermakna bahwa Paskibraka terdiri dari anggota putra dan anggota putri yang dengan keteguhan hati bertekad untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia.
c. Bendera Merah Putih yang sedang berkibar adalah bendera kebangsaan dan utama Indonesia yang harus dijunjung tinggi seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya, termasuk Paskibraka.
d. Garis Horizon atau 3 (tiga) garis menunjukan ada Paskibraka di 3 (tiga) tingkat, yaitu Nasional, provinsi, dan Kabupaten / Kotamadya.
e. Warna kuning berarti kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka.

Lambang Paskibraka

Lambang



Setangkai bunga teratai yang mekar dan dikelilingi oleh gelang rantai, yang mana rantainya berbentuk bulat dan belah ketupat, berjumlah 16 mata rantai bulat dan 16 mata rantai belah ketupat. Makna dari lambang tersebut adalah :

a. Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
b. b. Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
c. c. Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
d. d. Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.


Rantai persaudaraan ini tanpa memandang asal suku, agama, status sosial, dan golongan, akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka.

Sejarah Paskibra

1. Sejarah PASKIBRAKA

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husen Mutahar , untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa.

Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Tahun 1967, Husen Mutahar dipanggil presiden saat itu, Suharto, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogykarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

§ Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
§ Kelompok 8 / pembawa (inti),
§ Kelompok 45 / pengawal.
§
Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada diJakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MArinir, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.
Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Guburnur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pasukan Pengerek Bendera Pusaka". Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

Kamis, 13 Januari 2011

its my self

it's my self
Hmm
people said 'that i am ugly'
Yeah ,that's true
I am not okey
I am not cool or fungky,like my friends
Black???
It,s me

"be your self",
I think,i am not ready with this. .

just be patiently
Hope that condition will be okay for me. .
.can it change?
I'd do anything,for my self. .
You must know it :-)

Mempercepat Browsing Firefox

oke teman . . pertama kali jumpa di blog ku . .
dan kali ini aku akan membagi sedikit ilmu dengan kalian . .

selamat belajar . . :)

Mempercepat Browsing Firefox

Monopoli Bandwith
Perhatian : ini Cuma buat pengetahuan aja ya
Saya nggak bertanggung jawab lho klo trik ini gak berhasil atau malah ada yang dirugikan karena trik ini. Apalagi ngegunain warnet

1). Buka Browser Mozilla Firefox
2). Pada Address Bar Ketik : about:CONFIG
3). Cari string di bawah ini ( pastikan semua srting dibawah TRUE, kalau ada string disini yang belum ada di browser kamu, buat string baru : klik kanan sembarang>>new>>integer) : network.http.pipelining = true
network.http.pipelining.maxrequests = 100
network.http.proxy.pipelining = true
network.proxy.share_proxy_settings = false (INI HARUS FALSE) browser.tabs.showSingleWindowModePrefs = true
network.http.max-connections = 64
network.http.max-connections-per-server = 20
network.http.max-persistent-connections-per-proxy = 10
network.http.max-persistent-connections-per-server = 4
network.http.request.timeout = 300
network.http.request.max-start-delay = 0
nglayout.initialpaint.delay = 0
network.http.proxy.version = 1.0
content.notify.backoffcount = 5
ui.submenuDelay = 0
9). Masuk ke addons.mozilla.org
12). Download Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4
13). Setelah Selesai Jangan Tekan Tombol UPDATE
14). Klik Tanda X (tutup)Yang Ada Di Pojok Kanan Atas Dari POP UP Window Yang Muncul 15). Tutup Semua Browser Mozilla FireFox
16).Kemudian Buka Lagi Untuk Mengaktifkan Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4 Yang sudah di Install Tadi
17).Kalo Instalasi Sukses, Akan Muncul Toolbar tambahan Di Bawah Toolbar Navigasi & Address Bar. Sekarang Browser Mozilla Siap Untuk Digunakan.
:: WARNING ::
Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4 Ini selain untuk Mengganti Proxy Secara Otomatis Di Browser Mozilla FireFox, Engine-nya Juga Berpengaruh terhadap Kecepatan Koneksi Internet
Cara Ini Sangat Efektif Bila Digunakan Di Warnet Yang Padat Pengunjung untuk Menyedot Bandwidth ( Mayoritas kecepatan akses Internet ) Ke Komputer Yang Sedang Anda Pakai
Perubahan Yang Signifikan Terjadi Pada koneksi Internet Dengan BROADBAND / VSAT
Klik 2x di settingan dan masukin angka-angka ini – untuk true / false booleans mereka bakal ganti otomatis begitu klik 2x

Tutup mozilla trus jalanin lagi.
Sekarang Mozilla lo mengGILAAAAAAAAAA!!!.
WARNING:
Settingan ini bikin lo ngedonlot situs dengan amat KESURUPAN, BUT bikin Overload luar biasa ke situs yang lo tuju!
Ga bermaksud apa-apa selain kompi lain yang dapat share internet bakal lemod ABEZZZ gara-gara lo sedot benwidnya! Next tip:
Disable IPv6 di Firefox buat bikin sejuk kecepatan load page lo!!.. soalnya hamper semua site dah ga make IPv4.. Buka Firefoxketik about:config (enter)
cari: network.dns.disableIPv6
Klik 2x buat ngerubah jadi true trus restart Firefox.
Lo bakal mempercepat akses browsingpage per page.
Sekarang Firefox bener-bener dah GILAAAAAAAA buat lo!
nglayout.initialpaint.delay bisa dirubah yg mana ajabisa 0 bisa 300 ada juga yg set 30tergantung kebutuhan..coba 0 dulubaru nanti kl ga ada perubahan naikan ke 300 atau nilai yg dirasa memuaskan

For Dial Up Connections:
Code:
browser.cache.disk_cache_ssl : true
browser.xul.error_pages.enabled : truecontent.interrupt.parsing : true content.max.tokenizing.time : 3000000
content.maxtextrun : 8191
content.notify.backoffcount : 5
content.notify.interval : 750000
content.notify.ontimer : true
content.switch.threshold : 750000
network.http.max-connections : 32
network.http.max-connections-per-server : 8
network.http.max-persistent-connections-per-proxy : 8
network.http.max-persistent-connections-per-server : 4
network.http.pipelining : true
network.http.pipelining.maxrequests : 8
network.http.proxy.pipelining : true
nglayout.initialpaint.delay : 750
plugin.expose_full_path : true
signed.applets.codebase_principal_support : true